29.9 C
Jakarta

SUMU Catalyst Ungkap Lima Peluang Bisnis Emas dan Perak

Baca Juga:

YOGYAKARTA, MENARA62.COM – Bisnis logam mulia tak lagi sebatas aktivitas jual beli emas dan perak. Peluang usaha di sektor ini semakin beragam, mulai dari menjadi dealer resmi, membangun merek sendiri, menggunakan jasa maklon, hingga mengembangkan perusahaan logam mulia.

 

Beragam peluang tersebut dibahas Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) melalui program SUMU Catalyst dalam webinar bertajuk “Rahasia Membangun Bisnis di Ekosistem Logam Mulia”, Jumat (25/9/2026).

 

Webinar menghadirkan Direktur Utama PT Putra Surya Yogyakarta, Achmad Zani, yang memaparkan berbagai model bisnis dalam ekosistem EmasMu dan SilverMu kepada para pengusaha Muhammadiyah.

 

Achmad menjelaskan, setidaknya terdapat lima peluang bisnis yang dapat dikembangkan pelaku usaha. Kelimanya meliputi menjadi dealer resmi, melakukan rebranding produk cukim emas dan perak, memanfaatkan layanan maklon, memperoleh pendampingan pendirian perusahaan logam mulia, serta mengikuti program investasi jual beli logam mulia berbagai merek.

 

“Bisnis logam mulia tidak hanya soal membeli dan menjual emas atau perak. Ada banyak model bisnis yang bisa dikembangkan, mulai dari menjadi dealer, membangun merek sendiri, menggunakan jasa maklon, sampai membangun perusahaan logam mulia,” ujar Achmad.

 

Menurut dia, setiap model bisnis memiliki kebutuhan modal, kesiapan usaha, jaringan, dan target pasar yang berbeda. Karena itu, pengusaha dapat memilih model yang paling sesuai dengan kapasitas dan strategi pengembangan bisnisnya.

 

“Masing-masing model memiliki kebutuhan dan tingkat kesiapan yang berbeda. Karena itu, pengusaha dapat memilih pintu masuk yang paling sesuai dengan kapasitas modal, jaringan, dan target pasar yang ingin dibangun,” katanya.

 

Dari Dealer hingga Bangun Merek Sendiri

 

Salah satu peluang yang diperkenalkan adalah menjadi dealer resmi EmasMu dan SilverMu. Skema tersebut memberikan sejumlah dukungan bagi mitra usaha, di antaranya harga khusus dealer, margin penjualan, dukungan pemasaran, materi promosi, hingga pelatihan.

 

“Menjadi dealer bisa menjadi langkah awal bagi pengusaha yang ingin masuk ke bisnis logam mulia. Setelah memahami pasar dan membangun jaringan pelanggan, peluang untuk mengembangkan bisnis ke tahap berikutnya juga semakin terbuka,” kata Achmad.

 

Selain distribusi, pelaku usaha juga dapat mengembangkan produk dengan merek sendiri melalui strategi rebranding produk cukim emas dan perak.

 

Model tersebut memungkinkan pengusaha menyesuaikan desain dan kemasan dengan segmen pasar yang dituju. Dengan demikian, nilai jual produk tidak hanya bertumpu pada komoditas emas atau perak, tetapi juga identitas merek dan pengalaman konsumen.

 

“Brand sendiri memberikan ruang bagi pengusaha untuk membangun identitas produk sesuai karakter pasar yang dituju. Jadi, yang dijual bukan hanya logam mulianya, tetapi juga desain, kemasan, identitas, dan pengalaman yang melekat pada merek tersebut,” jelasnya.

 

Maklon Jadi Alternatif Tanpa Bangun Fasilitas Produksi

 

Peluang lain yang dibahas adalah layanan maklon logam mulia. Melalui model ini, pengusaha dapat mengembangkan produk dengan label sendiri tanpa harus membangun fasilitas manufaktur secara mandiri.

 

Layanan tersebut mencakup konsultasi produk, desain eksklusif, produksi, sertifikasi, kemasan premium, hingga pendampingan peluncuran produk.

 

“Dengan model maklon, pengusaha tidak harus langsung membangun pabrik atau fasilitas produksi sendiri. Fokusnya bisa diarahkan terlebih dahulu pada pengembangan produk, merek, pemasaran, dan bagaimana produk tersebut diterima oleh pasar,” ujar Achmad.

 

Bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnis ke tingkat produksi, PT Putra Surya Yogyakarta juga menawarkan pendampingan pendirian perusahaan logam mulia.

 

Pendampingan tersebut meliputi perencanaan bisnis, pengembangan merek, desain fasilitas produksi, penyediaan peralatan, pelatihan sumber daya manusia, hingga pendampingan operasional.

 

“Ketika pengusaha ingin naik kelas dari sekadar perdagangan menuju produksi, tentu ada banyak hal yang harus dipersiapkan. Karena itu, pendampingan dibutuhkan agar prosesnya lebih terarah, mulai dari perencanaan sampai operasional,” ungkapnya.

 

Sementara itu, program investasi jual beli logam mulia berbagai merek turut diperkenalkan sebagai alternatif bagi pelaku usaha yang ingin terlibat dalam perdagangan logam mulia.

 

SUMU Catalyst Perluas Akses Kolaborasi Bisnis

 

Webinar tersebut menjadi bagian dari upaya SUMU menghadirkan ruang pembelajaran sekaligus memperluas akses informasi bisnis bagi pengusaha Muhammadiyah.

 

Melalui SUMU Catalyst, pelaku usaha diperkenalkan dengan berbagai peluang kerja sama, model bisnis, serta layanan yang dapat mendukung pengembangan usaha.

 

Program tersebut juga menjadi ruang untuk mempertemukan kebutuhan pengusaha dengan penyedia solusi bisnis. Dengan demikian, peluang kolaborasi tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan masing-masing pelaku usaha.

 

Ke depan, SUMU Catalyst diharapkan terus menjadi wadah yang mempertemukan pengusaha Muhammadiyah dengan mitra bisnis dan penyedia layanan yang relevan.

 

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas jaringan, meningkatkan kapasitas usaha, serta membuka lebih banyak peluang pengembangan bisnis di kalangan anggota SUMU. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!