32.2 C
Jakarta

Tax Center UM Bandung Siap Tingkatkan Literasi Pajak

Baca Juga:

BANDUNG, MENARA62.COM – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Bandung resmi melantik kepengurusan baru Tax Center UM Bandung periode 2026–2027. Pelantikan yang digelar di Kampus UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Kota Bandung, Rabu (3/6/2026), menjadi langkah awal penguatan peran organisasi dalam meningkatkan edukasi dan literasi perpajakan di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Pelantikan dilakukan oleh Wakil Dekan FEB UM Bandung, Budi Sadarman. Kepengurusan baru dipimpin oleh mahasiswa UM Bandung, Bellia Agatha, yang mengusung nama kabinet Sundari Artha sebagai identitas organisasi selama masa bakti 2026–2027.

Menurut Bellia, nama tersebut mencerminkan semangat membangun organisasi yang bersih, bertanggung jawab, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi kampus serta masyarakat.

“Melalui nama ini, kabinet kami ingin membangun organisasi yang berjalan secara bersih, bertanggung jawab, dan mampu memberikan dampak positif serta berkelanjutan bagi kampus maupun masyarakat,” ujarnya.

Bellia menjelaskan, Tax Center UM Bandung memiliki visi menjadi pusat keunggulan perpajakan di lingkungan universitas. Organisasi ini diharapkan mampu berkontribusi dalam pengembangan pengetahuan, edukasi, serta pelayanan perpajakan bagi sivitas akademika dan masyarakat luas.

“Keunggulan Tax Center ini diharapkan diakui melalui kontribusinya dalam pengembangan pengetahuan dan pelayanan perpajakan di lingkungan kampus maupun masyarakat sekitar,” katanya.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Tax Center UM Bandung akan mengembangkan berbagai program pendidikan perpajakan yang inovatif, aplikatif, dan berkelanjutan. Selain menjadi wadah pembelajaran, organisasi ini juga diharapkan menjadi ruang pengembangan diri bagi para mahasiswa yang memiliki minat di bidang perpajakan.

“Kami berharap dengan kepengurusan baru ini, Tax Center UM Bandung dapat menjadi ruang belajar, ruang berkembang, dan ruang kontribusi bagi seluruh pengurus,” tambah Bellia.

Sementara itu, Pembina Tax Center UM Bandung, Yuniati, memberikan apresiasi kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Menurutnya, Tax Center yang berada di bawah naungan Program Studi Akuntansi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa sekaligus memperluas edukasi perpajakan kepada masyarakat.

“Kami di Tax Center UM Bandung sangat terbuka kepada siapa pun. Ketika berbicara tentang perpajakan, hal itu melekat pada seluruh masyarakat, terutama para wajib pajak,” ujarnya.

Yuniati menegaskan bahwa kegiatan edukasi perpajakan tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat pemahaman dan kompetensi para pengurus dalam bidang yang mereka pelajari.

“Dengan memberikan pembelajaran tentang perpajakan, tentu kita juga akan semakin fasih terhadap ilmu yang kita sampaikan kepada masyarakat,” tandasnya.

Dukungan juga disampaikan Ketua Program Studi Akuntansi UM Bandung, Iman Harjono. Ia menilai Tax Center memiliki posisi penting sebagai jembatan antara dunia akademik dan praktik perpajakan yang berlangsung di masyarakat.

Menurutnya, para anggota Tax Center harus terus meningkatkan keterampilan, integritas, dan profesionalisme agar mampu menjadi agen edukasi perpajakan yang kredibel.

“Para anggota harus mengasah keterampilan, integritas, dan profesionalisme dalam memahami serta mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pajak,” ungkapnya.

Iman berharap kepengurusan baru dapat menjalankan amanah dengan baik dan menjadi mitra strategis dalam meningkatkan kesadaran pajak di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.

“Semoga amanah yang diemban ini dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya dan memberikan manfaat bagi banyak orang,” pungkasnya.

Dengan kepengurusan baru yang mengusung semangat kolaborasi dan edukasi, Tax Center UM Bandung diharapkan semakin aktif mengambil peran dalam membangun budaya sadar pajak sekaligus mencetak generasi muda yang kompeten di bidang perpajakan. (FK)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!