25.6 C
Jakarta

AS Tingkatkan Produksi, Harga Minyak Dunia Turun

Must read

City Stays, Holiday Escapes dan Island Retreats #DiIndonesiasaja

JAKARTA, MENARA62.COM -- Musim liburan akhirnya kini telah tiba! Setelah melalui tahun ini, kita semua dapat sedikit merayakan kegembiraan dan kebahagiaan dalam hidup kita...

YLBHI: DPR Perlu Menolak, dan Presiden tidak Menandatangani RePerpres Pelibatan TNI dalam Kontra Terorisme

JAKARTA, MENARA62.COM -- Wakil Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur menyatakan bahwa DPR seharusnya menolak pembahasan Rancangan Peraturan Presiden tentang Pelibatan...

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Bank Danamon Setujui Pengangkatan Komisaris Independen Baru

JAKARTA, MENARA62.COM -- PT Bank Danamon Indonesia Tbk ("Bank Danamon/Perseroan") hari ini, Kamis (26/11/2020) melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa ("RUPS-LB") yang menyetujui...

Masyarakat Purbalingga Harus Sejahtera, Tidak Sejahtera itu Melanggar Perintah Tuhan

PURBALINGGA, MENARA62.COM -- Rektor UMP Dipercaya Jadi Panelis Debat Publik. Masyarakat Purbalingga Harus Sejahtera, Tidak Sejahtera Itu Melanggar Perintah Tuhan Debat publik calon bupati dan wakil...

NEWYORK, MENARA62.COM—Harga minyak dunia berakhir lebih rendah pada Rabu waktu setempat atau Kamis pagi WIB, karena pasar memperkirakan produsen minyak Amerika Serikat (AS) terus meningkatkan produksinya.

Produksi minyak serpih (shale oil) akan pulih dari penurunan tiga bulan pada Februari, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan dalam sebuah laporan produktivitas pengeboran pada Selasa (17/1), sebagaimana dikutip kantor berita Xinhua.

Perusahaan-perusahaan energi AS meningkatkan aktivitas pengeboran mereka, karena harga minyak mentah berada di kisaran dekat tingkat tertinggi dalam 18-bulan.

Produksi di AS pada Februari akan meningkat 40.750 barel per hari menjadi 4,748 juta barel per hari, menurut laporan tersebut.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari berkurang 1,4 dolar AS menjadi menetap di 51,08 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Maret, turun 1,55 dolar AS menjadi ditutup pada 53,92 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

City Stays, Holiday Escapes dan Island Retreats #DiIndonesiasaja

JAKARTA, MENARA62.COM -- Musim liburan akhirnya kini telah tiba! Setelah melalui tahun ini, kita semua dapat sedikit merayakan kegembiraan dan kebahagiaan dalam hidup kita...

YLBHI: DPR Perlu Menolak, dan Presiden tidak Menandatangani RePerpres Pelibatan TNI dalam Kontra Terorisme

JAKARTA, MENARA62.COM -- Wakil Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur menyatakan bahwa DPR seharusnya menolak pembahasan Rancangan Peraturan Presiden tentang Pelibatan...

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Bank Danamon Setujui Pengangkatan Komisaris Independen Baru

JAKARTA, MENARA62.COM -- PT Bank Danamon Indonesia Tbk ("Bank Danamon/Perseroan") hari ini, Kamis (26/11/2020) melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa ("RUPS-LB") yang menyetujui...

Masyarakat Purbalingga Harus Sejahtera, Tidak Sejahtera itu Melanggar Perintah Tuhan

PURBALINGGA, MENARA62.COM -- Rektor UMP Dipercaya Jadi Panelis Debat Publik. Masyarakat Purbalingga Harus Sejahtera, Tidak Sejahtera Itu Melanggar Perintah Tuhan Debat publik calon bupati dan wakil...

McDonald’s Indonesia Memanfaatkan150 Party Room Menjadi Ruang Kelas Daring yang Aman dan Nyaman untuk Guru

JAKARTA, MENARA62.COM -- Aktivitas pengajaran di sekolah adalah salah satu yang paling terdampak pandemi Covid-19. Para guru diharuskan untuk melakukan penyesuaian secara cepat dengan...