25 C
Jakarta

Tingkatkan Transparansi Penggunaan Dana BOS melalui Platform SIPLah

Baca Juga:

Pasca Erupsi Semeru, 22 Warga Masih Belum Ditemukan

LUMAJANG, MENARA62.COM - Sebanyak 22 warga masih belum ditemukan pasca erupsi Gunung Semeru, di Lumajang Jawa Timur pada Sabtu (4/12). Upaya pencarian masih terus...

Rembulan di Atas Bukit Pajangan (bagian ke-71)

# Sayang, Khawatir atau Keduanya Mendung menggantung akut di langit. Diprediksi hujan akan deras. Membasahi bumi. Benar juga. Sore itu habis Ashar, air bagai dimuntahkan...

PPKM Level 3 Selama Nataru Dibatalkan, Sleman Lakukan Penyesuaian

SLEMAN, MENARA62.COM - Rencana pemberlakuan PPKM Level 3 di semua wilayah Indonesia pada momen natal dan tahun baru (Nataru) batal diterapkan. Pembatalan kebijakan level...

Dukung Pemulihan Pariwisata Nasional, GATF Hybrid 2021 Kembali Digelar Hadirkan Diskon Tiket Hingga 80%

JAKARTA, MENARA62.COM - Dengan dukungan penuh oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), maskapai nasional, Garuda Indonesia, kembali menggelar Garuda Indonesia Travel Fair...

JAKARTA, MENARA62.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) untuk meningkatkan transparansi penggunaan dana BOS. Platform SIPLah merupakan sistem elektronik yang menggandeng penyedia pasar daring (e-market place) sehingga dapat mempermudah proses Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) oleh sekolah.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kemendikbud, Ade Erlangga Masdiana, mengatakan SIPLah ini sebagai salah satu wujud komitmen Pemerintah dalam mewujudkan tata kelola keuangan pendidikan yang transparan dan akuntabel.

“Kehadiran SIPLah dapat menjadi solusi untuk peningkatan tata kelola sekolah. SIPLah bermanfaat dalam tata kelola keuangan. Dokumentasi elektronik setiap transaksi jumlah, jenis, semua itu dikelola dengan baik,” disampaikan Erlangga dalam siaran persnya, Kamis (21/11).

Melalui SIPLah, kata Erlangga, setidaknya terdapat tiga tujuan yang dapat dicapai, yaitu penguatan tatakelola keuangan sekolah yang baik sehingga keberadaan data transaksi menjadikan proses pengendalian dan pemantauan lebih mudah dan dapat meminimalisasi modus pengadaan fiktif; efisiensi anggaran dengan tingkat harga keseluruhan lebih rendah dan opsi penyedia yang lebih banyak dan beragam sehingga setiap sekolah memiliki lebih banyak alternatif untuk pelaksanan belanja, dan; membuka kesempatan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di daerah, termasuk toko-toko yang berada di sekitar sekolah.

Manfaat lainnya dari platform SIPlah ini bisa membantu para pelaku UMKM yang ada di sekitar lingkungan sekolah. Para pelaku UMKM yang menyediakan fasilitas penunjang sekolah bisa dengan mudah mendaftarkan diri untuk dapat memanfaatkan platform SIPlah untuk memajukan usahanya.

“Caranya mudah tinggal daftar di Siplah.Kemendikbud.go.id. Mudah-mudahan pelaku UMKM dan perekonomian di sekitar sekolah itu bisa hidup,” jelas Erlangga.

Untuk menunjang kemudahan akses, Kemendikbud telah menggandeng enam marketplace yaitu Blibli.com, Pesona Edu, Eurekabookhouse, Inti, Toko ladang, dan Siplah Belanja. Sehingga sejak diluncurkan pada bulan Agustus 2019, kinerja SIPLah terlihat cukup baik, dengan nilai transaksi mencapai Rp1,3 triliun. Selain itu, platform SIPLah sudah dipakai oleh 13 ribu sekolah, dengan melibatkan 107 ribu UMKM yang tersebar di enam marketplace.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal terkait penggunaan SIPLah, tentu Kemendikbud akan terus melakukan penguatan pada dua hal, yaitu kapasitas layanan SIPLah dan penguatan regulasi untuk pelaksanaannya.

“Target kami di tahun ini bisa mencapai 34 ribu sekolah. Tapi ini dilakukan secara bertahap. Kalau sosialisasi sudah digencarkan, kami targetkan semua sekolah 100 persen sudah bisa dijangkau,” harap Erlangga.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

Pasca Erupsi Semeru, 22 Warga Masih Belum Ditemukan

LUMAJANG, MENARA62.COM - Sebanyak 22 warga masih belum ditemukan pasca erupsi Gunung Semeru, di Lumajang Jawa Timur pada Sabtu (4/12). Upaya pencarian masih terus...

Rembulan di Atas Bukit Pajangan (bagian ke-71)

# Sayang, Khawatir atau Keduanya Mendung menggantung akut di langit. Diprediksi hujan akan deras. Membasahi bumi. Benar juga. Sore itu habis Ashar, air bagai dimuntahkan...

PPKM Level 3 Selama Nataru Dibatalkan, Sleman Lakukan Penyesuaian

SLEMAN, MENARA62.COM - Rencana pemberlakuan PPKM Level 3 di semua wilayah Indonesia pada momen natal dan tahun baru (Nataru) batal diterapkan. Pembatalan kebijakan level...

Dukung Pemulihan Pariwisata Nasional, GATF Hybrid 2021 Kembali Digelar Hadirkan Diskon Tiket Hingga 80%

JAKARTA, MENARA62.COM - Dengan dukungan penuh oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), maskapai nasional, Garuda Indonesia, kembali menggelar Garuda Indonesia Travel Fair...

Rapat Bamus DPR: Cegah Omicron, Tunda Rencana Perjalanan Dinas ke Luar Negeri Anggota DPR 

JAKARTA, MENARA62.COM - DPR RI memutuskan untuk menunda seluruh rencana perjalanan dinas ke luar negeri bagi anggota DPR RI. Keputusan diambil sebagai upaya untuk...