25 C
Jakarta

UAD Ubah Struktur Organisasi untuk Hadapi Tantangan

Baca Juga:

YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta melakukan perubahan organisasi untuk menghadapi tantangan besar. Perubahan ini dimaksudkan agar terjadi efisiensi dalam menghadapi permasalahan besar di masa datang.

Rektor UAD, Dr Muchlas MT mengemukakan hal itu kepada wartawan seusai melantik 17 Kepala Biro, Kepala Lembaga, Kepala Badan dan Kepala Kantor. Selain itu, juga melantik 39 Kepala Bidang yang terdistribusi ke dalam biro, lembaga, badan dan kantor.

“Ini struktur baru yang kami perbaiki dari struktur lama. Kami ingin mengubah struktur ini dengan dasar bahwa UAD saat ini mengalami tantangan sangat besar. Hal ini akibat pengaruh eksternal dan dinamika internal di UAD,” kata Muchlas di Kampus 4 Yogyakarta, Sabtu (5/9/2020).

Lebih lanjut Muchlas menjelaskan perubahan ini dimaksudkan agar organisasi UAD menjadi adaptif sehingga perlu penyesuaian strukturnya. Perubahan yang dilakukan pada sistem tata kelola, beberapa struktur organisasi dilakukan penggabungan,.

“Struktur ini cukup besar dan penggabungan ini dimaksudkan agar tidak terjadi overlap, kita gabung menjadi satu. Mumpung masa pandemi Covid-19, sehingga perubahan kita sesuaikan dengan kondisi agar terjadi efisiensi,” katanya.

Dijelaskan Muchlas, tantangan UAD saat ini memasuki fase yang sangat dinamis, seiring dengan munculnya berbagai isu disrupsi yang mendera dunia pendidikan. Penyebabnya berbagai faktor di antaranya, revolusi Industri 4.0, pandemi penyakit,
perkembangan dan perubahan-perubahan regulasi serta kebijakan pendidikan yang tak terduga.

Selain itu, kata Muchlas, tersedianya fasilitas-fasilitas open source yang dapat diakses dengan mudah melalui internet oleh masyarakat. Hal ini telah memunculkan konsep-konsep baru dalam penyelenggaraan institusi pendidikan tinggi seperti cyber campus, cyber university, online university dan sejenisnya.

Munculnya pandemi penyakit secara global, mendadak, tak terduga, dan tak menentu berakhirnya telah menjadikan dunia pendidikan tinggi harus melakukan penyesuaian-penyesuaian terhadap tata-kelolanya. Sehingga perguruan tinggi dapat bertahan dalam jangka waktu yang panjang.

Pada sisi lain, kebijakan terbaru dari pemerintah khususnya tentang akreditasi, kampus merdeka telah membawa implikasi berubahnya kebijakan-kebijakan tata
kelola secara internal, “Ini semua harus kita respons secara cepat, tepat dan bijaksana,” tandasnya.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!