27 C
Jakarta

UMS Jadi PTS Nomor 1 Indonesia di THE WUR 2027

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali mencatatkan kiprah di pemeringkatan perguruan tinggi dunia. Dalam Times Higher Education (THE) World University Rankings (WUR) 2027, UMS menempati posisi teratas di antara perguruan tinggi swasta (PTS) Indonesia dan berada dalam kelompok perguruan tinggi Indonesia dengan posisi nasional yang disebut UMS sebagai peringkat kelima.

 

Pada pemeringkatan tersebut, UMS masuk dalam kelompok 1.401–1.600 dunia, bersama sejumlah perguruan tinggi Indonesia, yakni BINUS University, Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), IPB University, Universitas Diponegoro (Undip), dan Universitas Brawijaya (UB). THE WUR 2027 mencakup 2.297 institusi dari 118 negara dan wilayah.

 

Capaian tersebut memperpanjang konsistensi UMS dalam pemeringkatan THE. Pada THE WUR 2026, UMS juga tercatat sebagai salah satu PTS Indonesia dengan posisi tertinggi.

 

Koordinator Bidang Reputasi Global Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional UMS, Ayu Khoirotul Umaroh, S.KM., M.K.M., mengatakan capaian dalam THE WUR 2027 menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja universitas.

 

“UMS memaknai capaian ini sebagai bagian dari perjalanan dan evaluasi berkelanjutan dalam membangun kualitas serta reputasi internasional. Masuk dalam kelompok 1.401–1.600 dunia di tengah cakupan pemeringkatan yang semakin luas menunjukkan bahwa UMS tetap berada dalam ekosistem perguruan tinggi global yang dinilai oleh THE,” ujar Ayu, Jumat (2/10/2026).

 

Skor Teaching dan Research Environment UMS Naik

 

Ayu menjelaskan, THE WUR tidak hanya mengukur posisi perguruan tinggi berdasarkan peringkat, tetapi mengevaluasi berbagai aspek kinerja universitas. Penilaian THE mencakup Teaching, Research Environment, Research Quality, Industry, dan International Outlook.

 

Karena itu, perubahan posisi sebuah universitas perlu dibaca bersama dengan perubahan skor pada masing-masing indikator serta dinamika perguruan tinggi lain yang masuk dalam pemeringkatan.

 

Pada THE WUR 2027, UMS mencatat peningkatan pada sejumlah indikator. Skor Teaching meningkat dari 15,7 pada 2026 menjadi 16,6 pada 2027. Sementara itu, Research Environment naik dari 9,8 menjadi 12,2.

 

“Perkembangan tersebut menjadi sinyal positif bahwa terdapat aspek internal yang bergerak ke arah yang lebih baik. Namun, UMS juga melihat hasil ini secara utuh karena beberapa indikator lain masih membutuhkan penguatan,” kata Ayu.

 

Menurut dia, perubahan kelompok peringkat tidak dapat semata-mata dimaknai sebagai naik atau turunnya kinerja internal UMS. Hasil pemeringkatan juga dipengaruhi perkembangan perguruan tinggi lain, jumlah institusi yang berpartisipasi, distribusi skor, hingga perubahan kelompok peringkat.

 

THE menggunakan ranking band, sehingga perguruan tinggi yang berada dalam kelompok 1.401–1.600 tidak dapat dimaknai memiliki selisih posisi individual yang pasti.

 

“Karena THE menggunakan ranking band, universitas yang berada dalam kelompok yang sama perlu dibaca sebagai berada pada rentang peringkat yang sama, bukan seolah-olah memiliki selisih peringkat individual yang pasti,” terang Ayu.

 

UMS Perkuat Riset hingga Kolaborasi Internasional

 

Untuk menjaga dan meningkatkan kinerja, UMS melakukan evaluasi dengan membandingkan capaian antartahun, perubahan skor setiap pilar, posisi terhadap perguruan tinggi sebaya, serta kontribusi masing-masing indikator terhadap hasil keseluruhan.

 

Hasil evaluasi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam rencana pengembangan bersama unit terkait. Fokusnya mencakup bidang akademik, riset dan inovasi, kerja sama internasional, hilirisasi, hubungan dengan industri, serta penjaminan mutu.

 

Di bidang riset, UMS akan mendorong peningkatan kualitas publikasi, sitasi, kolaborasi riset internasional, produktivitas penelitian, dan pendanaan riset.

 

Sementara pada aspek internasionalisasi, penguatan kolaborasi global, mobilitas mahasiswa dan dosen, serta perluasan jejaring akademik internasional menjadi bagian dari agenda pengembangan.

 

“Pada bidang riset, UMS akan terus mendorong peningkatan kualitas publikasi, sitasi, kolaborasi riset internasional, produktivitas penelitian, serta pendanaan riset. Pada sisi internasionalisasi, penguatan kolaborasi internasional, mobilitas mahasiswa dan dosen, serta jejaring akademik global menjadi bagian penting,” ungkap Ayu.

 

Ke depan, UMS menyatakan tidak hanya menjadikan posisi dalam satu pemeringkatan sebagai tujuan. Kampus tersebut akan memusatkan perhatian pada peningkatan kualitas kinerja yang menjadi dasar penilaian.

 

Penguatan kualitas riset dan sitasi, lingkungan riset, mutu pembelajaran, kolaborasi internasional, hubungan dengan industri, serta tata kelola dan pemantauan data indikator menjadi bagian dari strategi UMS untuk memperkuat kualitas dan reputasi universitas secara berkelanjutan.

 

Dengan masuknya UMS dalam kelompok 1.401–1.600 dunia THE WUR 2027, capaian tersebut menjadi salah satu indikator posisi UMS dalam ekosistem perguruan tinggi global sekaligus menjadi dasar bagi universitas untuk melanjutkan penguatan kinerja di berbagai bidang. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!