SOLO, MENARA62.COM – Sebanyak 8.195 mahasiswa baru resmi memulai perjalanan akademiknya di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id. Kampus tidak hanya menyiapkan mereka untuk mengejar gelar, tetapi juga membentuk calon pemimpin masa depan yang Islami, unggul, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global.
Komitmen tersebut ditandai dengan pembukaan Masa Ta’aruf dan Penyambutan Mahasiswa Baru (Masta PMB) 2026 di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Kamis (3/9/2026).
Mengusung tema “I’M UMS: Journey from New Student to Islamic Future Impact Leader”, Masta PMB 2026 dirancang bukan sekadar mengenalkan fasilitas dan lingkungan kampus. Agenda tersebut menjadi titik awal mahasiswa untuk mengenali potensi diri, memahami nilai-nilai universitas, sekaligus membangun karakter sebagai Islamic Future Impact Leader.
Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., mengatakan perubahan lingkungan akademik menuntut perguruan tinggi menyiapkan mahasiswa dengan pendekatan yang lebih relevan terhadap tantangan masa depan.
“Masta PMB 2026 menjadi momentum penyambutan mahasiswa baru dengan pendekatan yang berbeda. Selain menegaskan komitmen terhadap pelaksanaan kegiatan tanpa kekerasan, seluruh rangkaian Masta PMB dirancang sebagai proses penyambutan yang menggembirakan dan menyenangkan,” kata Harun.
Menurut dia, pengalaman pertama mahasiswa memasuki kehidupan perguruan tinggi penting untuk membangun rasa percaya diri, semangat belajar, dan motivasi berprestasi.
Ia bahkan mendorong mahasiswa agar menyelesaikan studi secara lebih cepat.
“Saya doakan mahasiswa UMS bisa lulus tepat waktu, atau bahkan 3,5 tahun karena kampus kita bisa lulus tanpa skripsi,” ujarnya.
Ribuan Mahasiswa dari Berbagai Daerah
Ketua Panitia Masta PMB 2026 UMS Dr. Nur Aklis, S.T., M.Eng., mengatakan rangkaian kegiatan tahun ini meliputi Grand Opening dan Masta Universitaria, Masta Ke-IMM-an, Masta Fakultaria, hingga UKM Expo.
Grand Opening dan Masta Universitaria yang berlangsung di Edutorium UMS pada Kamis menjadi agenda pembuka yang diikuti seluruh mahasiswa baru.
Sebanyak 8.195 mahasiswa baru yang diterima UMS berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran mereka menjadi energi baru bagi kampus sekaligus menandai dimulainya proses pembentukan kompetensi dan karakter di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah.
“Proses penyambutan diarahkan untuk membangun rasa memiliki, memperkenalkan nilai-nilai universitas, menginspirasi, serta menyalakan semangat mahasiswa untuk terus bertumbuh,” kata Aklis.
Pembukaan Masta PMB 2026 ditandai dengan penyematan mahasiswa baru secara resmi oleh Rektor UMS dan dilanjutkan jajaran wakil rektor. Prosesi tersebut menjadi simbol bergabungnya ribuan mahasiswa ke dalam keluarga besar UMS.
Tak hanya mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia, lingkungan akademik UMS juga semakin beragam dengan kehadiran mahasiswa internasional.
Aklis menyebut UMS mencatat 45 mahasiswa asing pada 2026. Mereka terdiri atas 19 mahasiswa program sarjana, 23 mahasiswa magister, dan tiga mahasiswa doktor.
Kehadiran mahasiswa dari berbagai negara dinilai memperkuat lingkungan akademik UMS yang inklusif dan berwawasan global. Interaksi lintas daerah dan negara diharapkan membuka perspektif baru sekaligus memperluas jejaring internasional mahasiswa.
Mahasiswa Diminta Mulai Menyiapkan Masa Depan
Pesan tentang kesiapan menghadapi masa depan juga disampaikan perwakilan mahasiswa baru, Anqiya Zaki Mushoddiq dari Fakultas Agama Islam (FAI) UMS.
Menurut Anqiya, daya saing mahasiswa tidak cukup dibangun dari kecerdasan akademik. Ada tiga karakter yang perlu terus dikembangkan, yakni rendah hati dan bersyukur, terbuka terhadap kritik, serta berani mencoba hal-hal baru.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak kemalasan yang dapat membatasi perkembangan diri. Pesan tersebut sejalan dengan pemikiran Buya Hamka tentang pentingnya membebaskan diri dari kemalasan yang dapat menjadi belenggu bagi pikiran dan tubuh.
Sementara itu, Wakil Rektor I UMS Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., meminta mahasiswa baru mulai menyusun proyeksi masa depan sejak hari pertama kuliah.
Mahasiswa didorong membayangkan posisi dan peran yang ingin dicapai dalam 10 tahun mendatang, baik sebagai profesional maupun pengusaha.
“Langkah menuju visi tersebut tidak dapat ditunda,” kata Ihwan.
Karena itu, mahasiswa perlu membangun kompetensi sekaligus rekam jejak melalui aktivitas akademik dan nonakademik selama kuliah.
Kesadaran mahasiswa terhadap tuntutan dunia kerja masa depan juga terlihat dari survei interaktif dalam kegiatan Masta. Mayoritas mahasiswa baru menilai kemampuan memecahkan masalah (problem solving) sebagai salah satu keterampilan paling penting menghadapi perkembangan dunia.
“Seluruh proses pembelajaran dan kompetensi yang dibangun selama masa perkuliahan diharapkan dapat terkalibrasi dengan kebutuhan dunia kerja global, termasuk perkembangan kompetensi masa depan yang menjadi perhatian berbagai lembaga internasional seperti World Economic Forum,” ujar Ihwan.
Dengan demikian, Masta PMB 2026 tidak berhenti pada seremoni penyambutan. Bagi UMS, momentum tersebut menjadi langkah awal menyiapkan 8.195 mahasiswa baru agar mampu mengembangkan kompetensi, karakter, jejaring, dan kepemimpinan untuk menghadapi dunia yang terus berubah. (*)
