SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id resmi mengukuhkan dua guru besar, Rabu (29/4) di Auditorium Moh. Djazman Kampus I UMS. Saat ini, UMS telah memiliki sebanyak 72 guru besar.
Dua guru besar yang dikukuhkan adalah Prof. Kussudyarsana, S.E., M.Si., Ph.D., yang dikukuhkan sebagai guru besar bidang kepakaran manajemen strategi kewirausahaan dan tata kelola perusahaan keluarga Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Lalu Prof. Arum Pratiwi, S.Kp., M.Kes., Ph.D., yang dikukuhkan sebagai guru besar bidang kepakaran ilmu keperawatan jiwa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK).
Ketua Umum Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., mengucapkan selamat atas dikukuhkannya dua guru besar baru di UMS. Menurutnya, pengukuhan dua guru besar ini kian meningkatkan keunggulan dan kualitas UMS sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) yang terakreditasi Unggul dan memperoleh banyak prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami berharap bahwa dengan penambahan guru besar di seluruh PTMA, lebih khusus di UMS, semakin meningkatkan kualitas catur dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah,” ungkap Haedar.
Ia berpesan agar dalam menjadi bagian dari PTMA itu tidak sekadar untuk aktualisasi dalam bidang keilmuan, tetapi berkiprah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, mendidik anak bangsa, membangun karakter mereka, sehingga menjadi orang-orang yang religius, tetapi sekaligus taat beribadah sesuai dengan agamanya, begitu juga bagi mereka yang di luar agama Islam.
Selain itu, dalam konteks akhlak, diharapkan akan memiliki akhlak yang mulia, dan lebih jauh lagi memiliki kecerdasan yang terus terasah, sekaligus mahir dalam berilmu, menguasai teknologi, berkeahlian, sehingga menjadi insan-insan yang memberi manfaat yang besar bagi masyarakat luas.
“Di sinilah pentingnya para dosen, termasuk para guru besar yang memperoleh kepangkatan akademik tertinggi, terus meningkatkan pengabdian, khidmatnya, peran, dan tanggung jawabnya untuk mendidik anak-anak umat, anak-anak bangsa ini menjadi insan-insan yang berkualitas utuh, menjadi insan kamil,” kata Haedar.
Sementara itu, Dewan Pakar Majelis Diktilitbang Muhammadiyah Prof. Dr. Chairil Anwar, menyampaikan bahwa secara keseluruhan, jumlah guru besar di Indonesia kurang lebih sebanyak 12.000 orang. Sedangkan guru besar di lingkungan PTMA itu 478 orang.
Sementara itu, ketika diperinci lagi, jumlah guru besar PTMA di Jawa Tengah sebanyak 96 orang, 63 di antaranya berasal dari UMS. Angka 63 merupakan jumlah guru besar UMS yang belum purna tugas.
“Jadi kurang lebih guru besar PTMA yang ada di Jawa Tengah itu berasal dari UMS sebesar 66%,” sebutnya.
Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., mengungkapkan bahwa penambahan dua guru besar UMS ini semakin memperkuat transformasi dari UMS. Ia berpesan agar para guru besar tidak sebatas melakukan riset, tetapi riset yang berdampak.
“Tetap selalu melakukan inovasi tiada henti, selalu melakukan riset-riset. Bukan hanya bermanfaat, tapi riset yang berkontribusi, riset yang berkelanjutan,” ungkap Harun.
Artinya, lanjutnya, setelah jadi guru besar tidak mandek risetnya, bukan hanya paper-based, tapi langsung berkontribusi mendekat dan membumi kepada masyarakat dan umat. (*)
