HONG KONG, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mendorong kader ‘Aisyiyah Muhammadiyah di Hong Kong untuk aktif berdakwah melalui konten digital berkemajuan. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan produksi konten digital yang digelar bersama Sahabat Migran Berkemajuan (SaranMU) dan Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Hong Kong, Ahad (3/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Ali Alatas, Gedung KJRI Hong Kong ini diikuti oleh 20 pekerja migran Indonesia (PMI) yang aktif dalam komunitas Muhammadiyah. Program ini menjadi bagian dari pengabdian masyarakat internasional UMY yang bertujuan memperkuat kapasitas PMI dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah, edukasi, dan pemberdayaan.
Ketua tim pengabdian UMY, Tri Hastuti Nur Rochimah, menegaskan pentingnya menghadirkan nilai Islam berkemajuan di ruang digital. Ia mendorong para peserta menjadi Netizen Muhammadiyah (NetizMu) yang tidak hanya aktif bermedia sosial, tetapi juga menjunjung tinggi etika dan akhlak.
“Media digital harus menjadi ruang dakwah yang santun dan mencerahkan. NetizMu perlu menyebarkan informasi benar, mengajak pada kebaikan, serta menghindari konten negatif seperti hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi,” ujarnya.
Materi pelatihan meliputi etika bermedia sosial, penggalian ide konten, hingga praktik pembuatan video menggunakan telepon genggam. Para peserta diajak memahami bahwa pengalaman sehari-hari sebagai PMI dapat menjadi konten inspiratif jika dikemas secara kreatif dan bertanggung jawab.
Dosen UMY lainnya, Senja Yustitia, menyampaikan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi. Menurutnya, para peserta mulai menyadari bahwa cerita sederhana dari kehidupan mereka dapat menjadi konten bermakna.
“Pengalaman sebagai pekerja migran justru menjadi kekuatan utama. Cerita tentang perjuangan dan kebersamaan bisa menjadi dakwah yang menyentuh,” jelasnya.
Sementara itu, sesi praktik dipandu oleh Ine Yudhawati dengan pendekatan produksi konten cepat. Peserta dilatih membuat video sederhana dalam waktu singkat, mulai dari penyusunan ide, pengambilan gambar, hingga editing dasar.
Ketua SaranMU Hong Kong, Umaroh, mengapresiasi pelatihan ini. Ia menilai konsep NetizMu sangat relevan bagi PMI yang aktif di media sosial.
“Pelatihan ini membuka wawasan bahwa media sosial bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga ruang dakwah, silaturahmi, dan berbagi kebaikan,” ungkapnya.
Salah satu peserta, Aidah, mengaku kini lebih percaya diri untuk membuat konten. Ia menyadari bahwa konten inspiratif bisa dimulai dari hal sederhana.
“Sekarang saya berani mencoba. Tidak harus sempurna, yang penting berbagi kebaikan dari pengalaman kami di perantauan,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, UMY juga menyerahkan dana hibah pengabdian masyarakat guna mendukung keberlanjutan program komunitas. Melalui kolaborasi ini, diharapkan para PMI di Hong Kong dapat semakin aktif memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. (*)

