BANDUNG, MENARA62.COM — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat bersama Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) menyerahkan wakaf tunai untuk mendukung pengembangan Pendidikan Ulama Muhammadiyah Jawa Barat (PUPM/PUTM), Kamis (13/8/2026).
Serah terima wakaf berlangsung di lantai satu kampus UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Kota Bandung. Wakaf tersebut merupakan amanah almarhum Drs. H. Ahmad Yunus yang sejak 2020 memiliki perhatian terhadap pentingnya kaderisasi ulama di lingkungan Muhammadiyah.
Mudir Pendidikan Ulama Muhammadiyah Jawa Barat, Cecep Taufikurohman, mengatakan gagasan wakaf tersebut berawal dari keprihatinan almarhum terhadap kebutuhan kader kepemimpinan ulama.
Menurut Cecep, almarhum menilai Muhammadiyah telah mampu mencetak banyak tenaga profesional, seperti insinyur dan dokter, tetapi masih membutuhkan penguatan dalam mencetak kader ulama.
“Almarhum menyoroti betapa mudahnya Muhammadiyah mencetak ribuan insinyur dan dokter setiap tahun, tetapi masih kekurangan kader kepemimpinan ulama,” ujar Cecep.
Sebelum wafat, almarhum juga telah menyiapkan dokumen rencana akta ikrar wakaf sebidang tanah. Namun, berdasarkan kesepakatan keluarga, aset tersebut kemudian dialihkan menjadi wakaf tunai.
“Dana hasil penjualan tanah tersebut kini dikelola sebagai wakaf tunai di rekening khusus Majelis Wakaf untuk dibelikan lahan baru yang lebih strategis guna mendukung kaderisasi ulama,” katanya.
Amanah Wakaf dari Almarhum Ahmad Yunus
Perwakilan keluarga almarhum, Isni Supriati, mengaku lega dapat menunaikan amanah yang ditinggalkan suaminya.
Ia mengenang pesan almarhum yang terus mengingatkan keluarga agar rencana wakaf tersebut tidak dilupakan.
“Tiga hari sebelum masuk rumah sakit, almarhum berulang kali mengingatkan agar map titipan wakaf ini tidak dilupakan karena sangat penting bagi beliau,” ungkap Isni.
Sementara itu, perwakilan Majelis Wakaf dan Kehartabendaan PWM Jawa Barat, Mohammad Ramdan Widi Irfan, mengapresiasi pengelolaan wakaf tunai yang dinilai semakin transparan dan mengikuti regulasi perbankan.
Menurutnya, kepercayaan dari wakif menjadi amanah untuk mengembangkan program wakaf strategis, termasuk di bidang pendidikan dan dana abadi.
“Kepercayaan besar dari pihak wakif ini menjadi amanah bagi kami untuk terus mengoperasikan program wakaf strategis, baik di bidang pendidikan maupun dana abadi,” jelasnya.
Kader Ulama Dinilai Strategis
Rektor UM Bandung, Herry Suhardiyanto, menilai pembentukan kader ulama merupakan langkah strategis bagi perguruan tinggi dan pengembangan umat.
Menurut dia, dinamika zaman membutuhkan ulama yang mampu memberikan pencerahan sekaligus merespons berbagai perkembangan berdasarkan prinsip Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
“Tantangan zaman yang dihadapi umat saat ini memerlukan kehadiran ulama yang mencerahkan serta mampu merespons perkembangan masa kini berdasarkan prinsip Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,” tuturnya.
Ketua PWM Jawa Barat Ahmad Dahlan turut memberikan apresiasi kepada keluarga almarhum atas komitmen menunaikan amanah wakaf tersebut.
Ia menyebut momentum tersebut sebagai bagian penting dalam perjalanan pengembangan wakaf tunai di Jawa Barat.
“Momen ini sangat mengharukan dan mencatatkan sejarah baru sebagai salah satu pencapaian klaster wakaf tunai terbesar di Jawa Barat,” ujarnya.
Wakaf tunai tersebut diharapkan menjadi fondasi pengembangan sarana pendidikan sekaligus memperkuat kaderisasi ulama Muhammadiyah di Jawa Barat. Dengan demikian, amanah wakif tidak berhenti pada pengelolaan aset, tetapi diarahkan untuk mendukung keberlanjutan pendidikan dan lahirnya kader ulama yang mampu menjawab tantangan zaman. (FK)

