32.3 C
Jakarta

12 Film Mahasiswa KPI UM Bandung Lulus Sensor LSF RI

Baca Juga:

BANDUNG, MENARA62.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung. Sebanyak 12 film pendek karya mahasiswa resmi dinyatakan lulus sensor Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia, menandai kualitas karya mahasiswa yang layak ditayangkan di ruang publik.

 

Keberhasilan tersebut menjadi pengakuan atas proses pembelajaran berbasis karya yang dikembangkan Prodi KPI UM Bandung. Selain menunjukkan kompetensi mahasiswa di bidang perfilman, capaian ini juga memperkuat posisi program studi sebagai salah satu pusat pengembangan sineas muda berbasis dakwah dan industri kreatif.

 

Ketua Prodi KPI UM Bandung, Rahmat Alamsyah, mengatakan pengakuan dari LSF bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif, melainkan menjadi validasi bahwa film-film mahasiswa telah memenuhi standar lembaga resmi negara.

 

“Raihan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas produksi film mahasiswa Prodi KPI. Ketika karya sudah mendapat pengakuan dari lembaga resmi negara, standar yang kami bangun juga harus semakin tinggi,” ujar Rahmat, Sabtu (18/7/2026).

 

Sebanyak 12 film yang lolos sensor merupakan karya mahasiswa angkatan 2022 dan 2023. Dari angkatan 2022, film yang dinyatakan lolos yakni Amor Fati, Hanya Rindu, Where’s My Home, Titik Nol, Paradox, dan Just a Smile. Sementara dari angkatan 2023 terdapat Luruh, Bunga Terakhir, Karma, Langkah di Tengah Badai, OBSESSED, dan Titik Koma.

 

Menurut Rahmat, keberhasilan tersebut merupakan hasil proses kreatif yang dijalani mahasiswa secara serius, mulai dari penyusunan naskah, penyutradaraan, produksi, hingga pascaproduksi. Budaya berkarya yang terus dibangun menjadi fondasi penting dalam mencetak lulusan yang siap bersaing di industri kreatif.

 

Sebagai tindak lanjut, Prodi KPI UM Bandung akan memperkuat ekosistem pembelajaran perfilman dengan menambah mata kuliah yang berkaitan dengan produksi film. Langkah tersebut sekaligus mendukung implementasi Outcome Based Education (OBE) sehingga pembelajaran menghasilkan luaran berupa karya nyata yang relevan dengan kebutuhan industri.

 

“Melalui kurikulum OBE, luaran berupa karya dan mata kuliah yang mendukung lahirnya karya tersebut harus saling berelasi. Oleh karena itu, penguatan bidang perfilman akan terus kami lakukan,” jelasnya.

 

Selain penguatan kurikulum, Prodi KPI UM Bandung juga berencana memperluas kolaborasi dengan pelaku industri perfilman nasional. Kemitraan tersebut diharapkan membuka lebih banyak peluang belajar sekaligus memperkuat identitas Prodi KPI dalam mencetak lulusan yang kompeten di bidang perfilman.

 

Rahmat menambahkan, Prodi KPI UM Bandung memfokuskan pengembangan kompetensi mahasiswa pada tiga bidang utama, yakni dai preneur, jurnalistik multimedia, dan sineas dakwah, yang menjadi pembeda dibandingkan program studi sejenis di perguruan tinggi lain.

 

Salah satu film yang mendapat perhatian adalah “Where’s My Home?” garapan sutradara muda M. Zaka Imam Hakim. Film tersebut mengangkat isu perundungan di sekolah dan minimnya kehangatan keluarga melalui kisah seorang remaja yang kehilangan rasa memiliki tempat untuk pulang.

 

Zaka mengatakan film tersebut ingin menyampaikan bahwa rumah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang yang menghadirkan rasa aman, kasih sayang, dan tempat bagi anak untuk didengar.

 

“Melalui cerita tersebut, kami ingin menyampaikan pesan bahwa rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi ruang yang memberikan rasa aman, kasih sayang, dan tempat bagi anak untuk didengar. Ketika seorang anak kehilangan rasa pulang, ia berisiko mencari pelarian ke hal-hal yang dapat merusak masa depannya,” ujarnya.

 

Ia berharap keberhasilan filmnya lolos sensor LSF menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus menghadirkan karya yang tidak hanya berkualitas secara sinematik, tetapi juga mampu membangun kepedulian terhadap persoalan sosial.

 

Sebelumnya, pada 15 Juli 2026, Prodi KPI UM Bandung bersama mahasiswa seluruh angkatan juga menggelar Cinematology 3.0 di Bandung Creative Hub sebagai ajang pemutaran perdana film-film karya mahasiswa angkatan 2023–2024. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen kampus dalam membangun budaya akademik berbasis karya dan memperkuat ekosistem perfilman di lingkungan perguruan tinggi. (FA)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!