26.6 C
Jakarta

500 Dosen dan Tenaga Kependidikan UAD Ikuti Vaksinasi

Baca Juga:

YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Sebanyak 500 dosen dan tenaga kepandidikan (Tendik) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Selasa (6/4/2021), mendapat vaksinasi Covid-19. UAD menggandeng Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul dan Rumah Sakit UAD, untuk melaksanakan vaksinasi di Kampus Utama UAD Jalan Ring Road Selatan.

Dijelaskan Rektor UAD, Dr Muchlas MT, UAD hanya mendapatkan vaksin untuk 500 orang dari Dinas Kesehatan Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Padahal UAD mengajukan sebanyak 1.300 unit vaksin sesuai dengan jumlah dosen dan tenaga kependidikan. “Kita masih menunggu kekurangan sebanyak 800 vaksin,” kata Muchlas.

Mengingat jumlahnya terbatas, kata Muchlas, vaksinasi diperuntukan bagi personil yang mendapat prioritas. Di antaranya, dosen dan guru besar yang sudah lanjut usia, pejabat struktural yang menangani blanded system dan tenaga yang bekerja di front line. “Tenaga yang bekerja di front line meliputi Satpam dan tenaga kependidikan yang mengurusi penerimaan mahasiswa baru, tamu-tamu dari luar,” kata Muchlas.

Selain itu, Muchlas juga berpesan kepada orang yang telah mendapatkan vaksinasi agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Sebab orang yang telah disuntik vaksin masih bisa tertular virus Covid-19.

Bagi dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan UAD merupakan kewajiban. Sebab vaksinasi ini merupakan hal yang penting untuk meningkatkan imunitas tubuh. Covid-19 ini belum ada obatnya, sehingga hanya menggunakan vaksinasi tubuh akan menolak virus.

“Kami memiliki kebijakan untuk semua dosen dan tenaga kependidikan dapat mengikuti vaksinasi. Kalau ada yang tidak bersedia akan kita berikan edukasi. Tag line kita, Halal, Aman dan Bermanfaat,” kata Muchlas.

Setelah melakukan vaksinasi, UAD merencanakan akan melaksanakan perkuliahan secara luar jaringan (Luring) mulai September 2021. “Insyallah akan blended learning dan sudah kita sudah bentuk tim atau Satgas untuk persiapan infrastruktur yang dibutuhkan,” katanya.

Dalam blended learning ada unsur Luring sehingga mahasiswa hadir ke kampus. Permasalahannya, tidak hanya sekedar menghadirkan mahasiswa di kampus. Tetapi rentetannya panjang sekali. “Menghadirkan mahasiswa dari luar DIY bukan persoalan yang gampang. Harus berkoordinasi dengan seluruh pemangku wilayah,” jelasnya.

 

 

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!