30 C
Jakarta

Tabligh Akbar UMS Hadirkan Wamen PPMI, Bekali Mahasiswa

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Tabligh Akbar #2 dalam rangkaian Gema Kampus Ramadan 1447 H dengan menghadirkan narasumber Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.I.Kom. Kegiatan yang mengangkat tema “Muda Berdaya Menuju Kemakmuran Bangsa” ini berlangsung pada Kamis (5/3) di Masjid Sudalmiyah Rais Kampus II UMS.

 

Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dalam sambutannya mengajak seluruh mahasiswa memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum memperbaiki kualitas diri, baik dalam ibadah maupun dalam proses menuntut ilmu.

 

Ia menyampaikan bahwa Ramadan tidak hanya tentang memperbanyak ibadah secara kuantitas, tetapi juga meningkatkan kualitas spiritual dan intelektual.

 

“Dulu mungkin kita menekankan kuantitas ibadah, tetapi sekarang harus kita tingkatkan menjadi kualitas. Kuantitas penting, tetapi kualitas jauh lebih penting,” ungkapnya.

 

Harun juga menegaskan bahwa Ramadan dapat dijadikan momentum untuk membersihkan pikiran dan hati agar mahasiswa memiliki kejernihan dalam belajar dan beramal.

 

“Ramadan ini kita jadikan momentum pembersih pikiran agar jernih dalam menuntut ilmu. Kedua, sebagai gerakan pensuci hati dan pembersih diri. Ketiga, sebagai ikhtiar untuk mengikhlaskan setiap amal ibadah kita,” tambahnya.

 

Pada kesempatan tersebut, Dzulfikar Ahmad Tawalla menyampaikan pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif, termasuk peluang karier di luar negeri.

 

Menurutnya, ada tiga kemampuan utama yang perlu dimiliki oleh generasi muda. Pertama adalah kompetensi atau keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

 

“Kemampuan yang paling utama adalah kompetensi atau skill yang memang dibutuhkan oleh dunia kerja,” jelasnya yang juga Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah.

 

Selain itu, ia menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing, terutama bagi generasi muda yang ingin memanfaatkan peluang karier global.

 

“Kalau kita ingin mengisi ruang-ruang karier di luar negeri, maka kemampuan bahasa harus memadai,” tambah Dzulfikar.

 

Hal lain yang tidak kalah penting adalah soft skill, seperti kemampuan beradaptasi dengan budaya baru, berkomunikasi dengan masyarakat setempat, serta membawa nilai-nilai integritas dalam lingkungan kerja.

 

Ia juga memberikan pesan kepada mahasiswa agar terus belajar dan meningkatkan daya saing di tengah perkembangan zaman.

 

“Jangan lelah untuk belajar, karena belajar yang akan membuka pintu-pintu masa depan,” pesannya.

 

Dalam kegiatan tersebut, salah satu mahasiswa UMS, Alfin Syaili Putra dari Program Studi Teknik Kimia, mendapatkan kesempatan mengikuti program kursus bahasa Jerman setelah mengikuti Tabligh Akbar tersebut yang diberikan oleh Wamen PPMI.

 

Mahasiswa asal Jambi yang kini berusia 22 tahun itu mengaku awalnya hanya datang untuk menghadiri kegiatan sekaligus memenuhi mata kuliah. Namun ia tidak menyangka mendapatkan peluang untuk mengembangkan diri hingga ke luar negeri.

 

“Awalnya saya hanya datang untuk mengikuti tabligh akbar saja. Namun setelah mendengar materi dari Pak Wakil Menteri, ternyata banyak kesempatan bagi pemuda Indonesia untuk berkarya di luar negeri. Alhamdulillah saya ditawari kesempatan kursus bahasa Jerman,” ungkapnya.

 

Alfin sendiri telah mulai mempelajari bahasa Jerman sejak 2023, meskipun sempat berhenti mengikuti kursus secara formal dan melanjutkan belajar secara mandiri melalui berbagai platform.

 

Ia berharap kesempatan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk berkarya di Jerman sesuai dengan bidang studinya.

 

“Harapannya nanti bisa meningkatkan kemampuan bahasa Jerman, dan kalau ada peluang kerja di sana sebagai teknik kimia tentu menjadi kesempatan besar bagi saya,” ujarnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!