Denpasar, Menara62.com. Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Bali menggelar peringatan Milad ‘Aisyiyah ke-109 di Hotel Grand Shanty Denpasar, Ahad (21/6/2026). Mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen gerakan dakwah kemanusiaan yang selama ini dijalankan oleh ‘Aisyiyah.
Acara dihadiri oleh berbagai tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan Gubernur Bali, Pimpinan MUI Bali, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bali, Pangdam IX/Udayana, Polda Bali, BASARNAS, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) BPBD Bali, Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Bali, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah se-Bali, kepala sekolah Muhammadiyah se-Bali, organisasi otonom Muhammadiyah se-Bali, kader ‘Aisyiyah, serta berbagai organisasi perempuan dan tokoh masyarakat lintas agama di Bali.
Ketua Panitia Milad, Fatmawati Abdullah, S.Psi., Psi., dalam laporannya menyampaikan bahwa tema Milad ke-109 mengandung makna penting bahwa dakwah harus diwujudkan dalam aksi nyata melalui pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.
“Melalui Milad ini, kami ingin menegaskan bahwa dakwah tidak hanya berupa ajakan dan nasihat, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam rangka menyemarakkan Milad tahun ini, ‘Aisyiyah Bali telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat, seperti pelatihan-pelatihan, pemeriksaan kesehatan bagi lansia, serta beragam kegiatan lainnya. Pada kesempatan tersebut, panitia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara, termasuk anak-anak TK ABA yang tetap bersemangat mengisi rangkaian acara meskipun sedang masa libur sekolah.
Sementara itu, Ketua PWA Bali, Ir. Hj. Sari Prasetia Angkasa, dalam pidato Miladnya mengawali sambutan dengan mengisahkan perjalanan singkat ‘Aisyiyah di Bali yang bermula dari Kabupaten Jembrana hingga berkembang dan hadir di berbagai daerah di Pulau Dewata.
Menurutnya, dakwah ‘Aisyiyah harus mampu menghadirkan suasana yang damai dan menenteramkan, khususnya bagi masyarakat Bali yang dikenal dengan keberagaman budaya dan agama.
“‘Aisyiyah terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat melalui berbagai program pendampingan dan pemberdayaan yang mencerdaskan. Salah satu isu strategis yang menjadi perhatian adalah dakwah kemanusiaan yang mencakup aspek religius, ekonomi, politik, dan sosial,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan launching Grup Laras Ati ‘Aisyiyah, sebuah kelompok seni angklung yang beranggotakan para lansia. Kehadiran grup ini menjadi simbol bahwa usia tidak menjadi penghalang untuk tetap berkarya, berdaya, dan berkontribusi bagi masyarakat.
Selain itu, Sari Prasetia Angkasa menegaskan komitmen ‘Aisyiyah dalam membangun budaya sadar bencana melalui program Sekolah Aman Bencana yang diterapkan di TK ABA ‘Aisyiyah. Program tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian sejak usia dini.
Ia juga mengingatkan bahwa perdamaian harus dimulai dari diri sendiri. Menurutnya, terdapat dua unsur utama dalam membangun perdamaian, yaitu unsur ilahiah yang bersumber dari nilai-nilai ketuhanan dan unsur pribadi yang tumbuh dari kesadaran diri setiap individu.
Mengakhiri pidatonya, Ketua PWA Bali mengajak seluruh kader untuk terus menjadi perempuan yang berkemajuan.
“Jadilah perempuan berkemajuan sebagai agen perubahan yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan,” pesannya.
Sambutan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bali disampaikan oleh Ir. H. Husnul Fahmi selaku Ketua. Dalam sambutannya ia menegaskan bahwa sejak awal berdirinya, ‘Aisyiyah senantiasa mendampingi perjalanan Muhammadiyah serta memberikan inspirasi dan motivasi bagi gerakan persyarikatan hingga saat ini.
Ia mengajak seluruh kader menjadikan Milad ke-109 sebagai momentum introspeksi diri agar gerakan dan kontribusi ‘Aisyiyah semakin baik dari tahun ke tahun.
“Milad ini hendaknya menjadi sarana evaluasi dan refleksi agar kita terus berkembang, memperkuat peran, dan meningkatkan kebermanfaatan bagi umat dan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, sambutan Gubernur Bali yang diwakili oleh Kepala Kesbanglinmas Provinsi Bali menyampaikan apresiasi atas kiprah ‘Aisyiyah yang telah berkontribusi dalam pembangunan masyarakat melalui bidang pendidikan, sosial, dan kemanusiaan.
Dalam pesannya, Gubernur Bali mengajak ‘Aisyiyah untuk terus bergerak dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat Bali serta mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai fondasi penting dalam mewujudkan perdamaian bangsa dan negara.
“Selamat dan sukses Milad ‘Aisyiyah ke-109. Teruslah mencerahkan masyarakat Bali dengan menjunjung tinggi harmoni dalam perbedaan,” demikian pesan Gubernur Bali.
Rangkaian acara Milad semakin khidmat dengan penyerahan penghargaan kepada para sesepuh ‘Aisyiyah Bali sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam membesarkan organisasi serta mengembangkan dakwah kemanusiaan di Bali.
Peringatan Milad ‘Aisyiyah ke-109 ini menjadi penegasan bahwa gerakan perempuan berkemajuan tidak hanya hadir dalam ruang dakwah dan pendidikan, tetapi juga aktif mengawal nilai-nilai kemanusiaan, memperkuat solidaritas sosial, serta membangun perdamaian yang berkelanjutan di tengah masyarakat yang majemuk.
MILAD ‘AISYIYAH KE-109 DI BALI: MEMPERKOKOH DAKWAH KEMANUSIAAN UNTUK MEWUJUDKAN PERDAMAIAN
- Advertisement -
