30 C
Jakarta

Rektor UMS Ajak Muhammadiyah Perkuat Syukur dan Kolaborasi

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi tuan rumah Pengajian Ramadan 1447 H Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Jawa Tengah Regional Solo Raya yang digelar di Graha 1958 UMS, Sabtu (7/3). Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh Muhammadiyah serta diikuti oleh pimpinan dan anggota Muhammadiyah serta ‘Aisyiyah se-Solo Raya.

 

Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk senantiasa meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT. Menurutnya, rasa syukur tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga melalui sikap khidmat dalam mengikuti pengajian serta mengamalkan ilmu yang diperoleh.

 

“Salah satu wujud syukur adalah ketika kita menghadiri pertemuan seperti ini dengan khidmat, tertib, dan khusyuk, kemudian apa yang disampaikan oleh para pemateri dapat kita amalkan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

 

Ia menambahkan bahwa amanah kepemimpinan di Muhammadiyah, baik di tingkat wilayah, daerah, cabang, hingga ranting, hendaknya dijalankan tidak hanya untuk kepentingan material, tetapi juga menjaga keseimbangan antara tanggung jawab duniawi dan spiritual.

 

Pada kesempatan tersebut, Rektor juga memperkenalkan Graha 58 sebagai salah satu unit usaha baru UMS. Gedung tersebut dibangun di atas lahan yang sebelumnya kurang produktif dan kini berhasil ditransformasikan menjadi fasilitas yang bermanfaat bagi masyarakat.

 

“Alhamdulillah saat ini UMS memiliki 17 unit usaha dan Graha 58 adalah salah satunya. Tempat ini dulu berupa semak belukar, kemudian kami dorong agar menjadi lahan produktif yang memberi nilai tambah bagi universitas,” jelasnya.

 

Nama Graha 1958 dipilih sebagai pengingat sejarah berdirinya UMS pada tahun 1958. Rektor menegaskan bahwa perkembangan UMS saat ini tidak terlepas dari jasa para pendiri yang telah meletakkan fondasi kuat bagi kemajuan kampus.

 

Menurutnya, UMS terus berkembang pesat dengan jumlah program studi mencapai 82 prodi, menjadikannya salah satu perguruan tinggi swasta dengan jumlah program studi terbanyak. Dalam waktu dekat, UMS juga tengah menunggu izin pembukaan beberapa program baru, seperti S3 Rekayasa Berkelanjutan dan S2 Teknik Industri.

 

“Insya Allah pada akhir periode saya nanti jumlah program studi di UMS akan genap menjadi 100,” ungkapnya.

 

Selain pengembangan akademik, UMS juga aktif mendampingi perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di berbagai daerah. Saat ini UMS tercatat mendampingi 28 universitas dari Sabang hingga Merauke, sekaligus mendorong para lulusan terbaiknya menjadi dosen di berbagai perguruan tinggi tersebut.

 

Rektor juga menyampaikan bahwa minat masyarakat terhadap UMS terus meningkat. Hingga saat ini tercatat lebih dari 10 ribu pendaftar dengan 1.610 di antaranya telah melakukan registrasi.

 

“UMS tidak ingin besar sendirian. Kami ingin tumbuh maju berjamaah dengan berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah,” tegasnya.

 

Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Prof. MA Fattah Santoso, mengungkapkan rasa syukur atas perkembangan pesat UMS yang menurutnya menjadi bukti nyata keberkahan dari sikap syukur dan kerja keras bersama.

 

Ia mengisahkan pengalamannya pertama kali menginjakkan kaki di UMS pada tahun 1982, ketika kampus tersebut belum memiliki gedung sendiri.

 

“Waktu itu tidak ada bayangan bahwa UMS akan sebesar ini. Tahun 1982 kampus saja belum punya gedung. Baru mulai memiliki gedung sekitar tahun 1984. Perjalanan 42 tahun ini luar biasa hingga sekarang memiliki berbagai unit usaha seperti Graha 1958,” tuturnya.

 

Menurutnya, kemajuan UMS juga menjadi wujud balasan dari Allah SWT atas rasa syukur dan pengabdian yang diwujudkan melalui kegiatan-kegiatan keumatan, termasuk penyelenggaraan pengajian Ramadan.

 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada UMS yang selama beberapa tahun terakhir bersedia menjadi tuan rumah pengajian Ramadan PWM Jawa Tengah.

 

“Dari PWM Jawa Tengah kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Mudah-mudahan UMS terus jaya dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat,” ujarnya.

 

Dalam kegiatan tersebut disampaikan tiga materi utama, yaitu Akidah Islam Berkemajuan oleh Prof. Dr. H. Zakiyuddin Baedhawy, M.Ag., Kajian Hisab Global Tunggal (KHGT) oleh Prof. KH. Agus Purwanto, D.Sc.,, serta Aktivasi SATUMU oleh H Dodok Sartono. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!