JAKARTA, MENARA62.COM – HDI, penyedia solusi kesehatan dan kebugaran berbasis perlebahan menggelar Seminar Kesehatan Nasional bertajuk Beyond The Fundamentals of Propolis Science: Clinical Evidence Behind HDI Propoelix™ di Grand Mercure Harmoni Hotel, Jakarta pada Sabtu (7/3/2026). Seminar ini menjadi momentum penting dalam publikasi hasil penelitian klinis ke-25 HDI Propoelix™ yang dilakukan di salah satu Rumah Sakit Vertikal di bawah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Penelitian tersebut berawal dari program dukungan kesehatan HDI pada tahun 2025, di mana produk HDI Propoelix™ didonasikan kepada tenaga kesehatan garda terdepan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Inisiatif ini kemudian berkembang menjadi kemitraan ilmiah serta evaluasi klinis berbasis rumah sakit.
Forum Seminar ini menghadirkan tiga narasumber dari kalangan akademisi dan klinisi, yakni Dr. Muhamad Sahlan, S.Si., M.Eng., akademisi dan peneliti dari Universitas Indonesia; dr. Ivan Hoesada, M.Biomed dari HIDUP Expert Panel; serta dr. H. Harli Amir Mahmudji, Sp.PD-KEMD, Ketua Clinical Research Unit (CRU) RS Soerojo Magelang sekaligus Peneliti Utama HDI Propoelix™.
Dalam forum ilmiah ini dibahas perspektif sains dasar mengenai propolis, perjalanan riset dari tahap eksperimental hingga uji klinis berbasis rumah sakit, serta implikasinya dalam praktik medis, sebagai bagian dari komitmen memperkuat pemanfaatan bahan alam termasuk propolis dalam kerangka evidence-based medicine. Selain itu juga mendorong kolaborasi berkelanjutan antara industri, akademisi, dan institusi pelayanan kesehatan di Indonesia.
Dr. Muhamad Sahlan., S. Si., M.Eng., selaku Akademisi dan peneliti dari Universitas Indonesia mengatakan propolis merupakan salah satu bahan alam yang memiliki kompleksitas senyawa bioaktif yang sangat tinggi. “Tantangannya adalah bagaimana memastikan standardisasi dan pembuktian ilmiahnya agar dapat diterima dalam praktik medis modern. Upaya seperti yang dilakukan HDI menjadi penting untuk menjembatani sains dasar dengan aplikasi klinis,” ujar Dr. Sahlan.
Diskusi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemanfaatan bahan alam dalam kerangka evidence-based medicine, sekaligus mendorong kolaborasi berkelanjutan antara industri, akademisi, dan institusi layanan kesehatan di Indonesia.
Pada kesempatan yang sama dr. Ivan Hoesada, M.Biomed dari HIDUP Expert Panel mengungkapkan dalam praktik klinis, pendekatan berbasis evidence menjadi sangat krusial. Menurutnya, produk berbasis 2 bahan alam seperti propolis memiliki potensi besar, namun tetap harus didukung oleh data klinis yang kuat agar dapat digunakan secara bertanggung jawab sebagai terapi komplementer.
Melalui seminar ini, HDI berharap kontribusi penelitian yang dilakukan bersama RS Vertikal Kemenkes RI dapat memperkaya literatur ilmiah nasional serta memperkuat ekosistem riset kesehatan berbasis bahan alam di Indonesia.
Publikasi Hasil Penelitian Klinis Berbasis Rumah Sakit
Penelitian yang dilakukan di RS Soerojo Magelang melibatkan pasien dewasa dengan kondisi metabolik seperti diabetes, obesitas, dan hipertensi. Studi ini dipimpin oleh dr. H. Harli Amir Mahmudji, Sp.PD-KEMD, Ketua Clinical Research Unit (CRU) RS Soerojo.
“Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi HDI Propoelix™ dalam pengawasan medis memberikan adanya potensi manfaat propolis dalam mendukung keseimbangan sistem imun dan parameter metabolik tertentu, terutama pada pasien dengan kondisi metabolic,” terangnya.
Dan yang terpenting, seluruh intervensi dilakukan dalam pengawasan medis dengan hasil keamanan yang baik.
Publikasi ini menandai langkah penting dalam perjalanan HDI sebagai perusahaan kesehatan berbasis penelitian, sekaligus memperlihatkan bagaimana inisiatif sosial berupa donasi produk dapat berkembang menjadi kontribusi ilmiah yang berdampak. Makna bagi Individu dengan diabetes, obesitas, dan tekanan darah tinggi hidup dengan diabetes, obesitas, hipertensi, maupun kombinasi kondisi tersebut dalam bentuk sindrom metabolik dapat memberikan beban berkelanjutan, tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi keluarga—mulai dari pengelolaan kesehatan harian hingga dampak stres jangka panjang.
Sindrom metabolik sendiri merupakan kumpulan faktor risiko seperti gangguan regulasi gula darah, tekanan darah tinggi, kelebihan berat badan, serta gangguan profil lipid yang meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular. Dalam skala yang lebih luas, kondisi-kondisi ini juga menjadi bagian dari tantangan kesehatan masyarakat yang berkontribusi terhadap meningkatnya beban penyakit tidak menular di Indonesia.
Penelitian berbasis rumah sakit ini menunjukkan bahwa konsumsi HDI Propoelix™ secara rutin berpotensi membantu mendukung keseimbangan sistem imun, menjaga parameter metabolik dan sirkulasi, serta ketahanan tubuh terhadap stres. Ketika digunakan sebagai pendamping perawatan medis rutin dan gaya hidup sehat, HDI Propoelix™ memberikan dukungan harian yang komplementer—tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi keluarga yang ingin mengambil langkah lebih proaktif dan seimbang dalam menjaga kesehatan jangka panjang.
HDI sendirri merupakan penyedia solusi kesehatan dan kebugaran berbasis perlebahan terkemuka yang mendukung individu dan keluarga di setiap tahap kehidupan. Dengan filosofi Bee Better, HDI mengombinasikan bahan-bahan berbasis sains dengan formulasi inovatif untuk membantu keluarga membuat pilihan kecil setiap hari yang berdampak besar pada kesehatan dan kesejahteraan.
