30 C
Jakarta

Sidiq Ahmadi S.IP. MA UMY, Pancasila Konsensus Nasional Yang Sah dan Final

Baca Juga:

YOGYAKARTA. MENARA62.COM

Pancasila adalah Konsensus Nasional Yang Sah dan Final, hal ini sebagaimana disampaikan oleh Sidiq Ahmadi S.IP. MA, dalam paparannya di depan para pimpinan Cabang Muhammadiyah Tempel (1/3/26) dalam acara pengabdian masyarakat skema khusus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di Kompleks SMK Muhammadiyah 1 Tempel. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada implementasi prinsip Darul ‘Ahdi wa Syahadah dalam politik Muhammadiyah pada tingkat Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tempel Sleman. Prinsip ini, sebagaimana ditegaskan oleh Muhammadiyah, memandang Negara Pancasila sebagai darul ‘ahdi (hasil konsensus nasional) dan darul syahadah (arena pembuktian amal kebajikan).
Tema ini sangat menarik untuk meneguhkan ideologi warga Muhammadiyah dalam berbangsa dan beroganisasi di Tengah dinamika politik nasional yang cair dan mudah berubah. Apalagi warga Muhammadiyah senantiasa dihadapkan pada gelaran 5 tahunan yang berupa pemilu dan pilkada. Warga sering bertanya calon mana yang paling tepat untuk warga Muhammadiyah, dan yang lebih khusus lagi partai mana yang “mewakili” Muhammadiyah.
Muhammadiyah sering terjebak antangan yang dihadapi mitra meliputi tekanan politik lokal, potensi keterlibatan dalam politik praktis, dilema afiliasi kader dengan partai politik, serta risiko polarisasi internal akibat perbedaan pilihan politik. Kondisi ini menuntut penguatan pemahaman ideologis dan kapasitas praktis pengurus cabang agar tetap konsisten dengan Khittah perjuangan organisasi.
Solusi yang ditawarkan berupa penguatan literasi ideologis, refleksi etis, serta pelatihan aplikatif melalui diskusi partisipatoris dan simulasi kasus. Kegiatan dirancang dalam tiga tahap utama: peningkatan pemahaman konseptual tentang politik nilai dan high politics, penguatan komitmen kolektif dalam menjaga netralitas institusional, serta peningkatan kemampuan praktis dalam merumuskan sikap organisasi terhadap dinamika politik lokal. Luaran yang ditargetkan meliputi meningkatnya pemahaman pengurus, tersusunnya pedoman internal terkait relasi politik, serta terintegrasinya prinsip Darul ‘Ahdi wa Syahadah dalam program kerja PCM. Dengan demikian, PCM Tempel diharapkan mampu menjalankan peran kebangsaan secara berkeadaban dan berkemajuan.Kegiatan yang diikuti oleh lebihkurang 50 orang pimpinan Cabang Muhammadiyah tempel ini berlangsung dengan penuh semangat, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan oleh peserta.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!