30 C
Jakarta

Muhammadiyah Surakarta Tetapkan 92 Imam-Khatib Idul Fitri 1447 H

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta melalui Korps Mubaligh menggelar pertemuan pembagian imam dan khatib Salat Idul Fitri 1447 Hijriah di Aula Gedung Dakwah Balai Muhammadiyah Surakarta, Ahad (15/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat meski sejak sore hari wilayah Surakarta diguyur hujan deras selepas salat Asar.

Pertemuan ini dihadiri para mubaligh yang akan bertugas sebagai imam dan khatib di berbagai titik pelaksanaan Salat Idul Fitri di Kota Surakarta. Agenda utama kegiatan adalah pembacaan serta finalisasi naskah khutbah Idul Fitri yang telah disusun sebelumnya.

Ketua PDM Kota Surakarta, KH Anwar Sholeh, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan lancar. Menurutnya, forum ini menjadi bagian penting dalam memastikan keseragaman materi dakwah saat Salat Idul Fitri.

“Alhamdulillah sore hari ini Korps Mubaligh PDM Kota Surakarta telah dapat menyelenggarakan pertemuan untuk membaca teks naskah khutbah Idul Fitri 1447 Hijriah. Tadi ada beberapa revisi dari teks itu untuk disesuaikan dengan kondisi,” ujarnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini telah terdata sekitar 92 mubaligh yang akan bertugas sebagai imam dan khatib di berbagai wilayah Surakarta.

“Alhamdulillah semuanya sudah berjalan lancar. Di sini sudah terdata sekitar 92 mubaligh khatib yang nanti akan terjun di daerah atau wilayah masing-masing. Mudah-mudahan berjalan lancar dan diridai Allah SWT,” kata Anwar Sholeh.

Sementara itu, Sekretaris Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas PDM Kota Surakarta, Wiwit Hidayat, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian program tahunan majelis dalam mempersiapkan pelaksanaan Salat Idul Fitri.

Menurutnya, Majelis Tabligh tidak hanya menyusun teks khutbah, tetapi juga melakukan penjadwalan imam dan khatib di berbagai titik pelaksanaan salat Id di Kota Surakarta.

“Ini merupakan rangkaian program Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas PDM Kota Surakarta, yaitu penyusunan teks khutbah dan penjadwalan imam serta khatib di berbagai titik di Surakarta,” jelasnya.

Ia menambahkan, para imam dan khatib yang hadir juga mendapatkan pembekalan serta naskah khutbah yang dijadikan acuan standar materi dakwah.

Dengan adanya standar naskah tersebut, diharapkan isi khutbah Idul Fitri di berbagai lokasi memiliki kesamaan pesan dan arah dakwah.

“Teks khutbah yang dibagikan sudah melalui proses koreksi dari Majelis Tarjih dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta sehingga menjadi acuan standar bagi Korps Mubaligh Muhammadiyah Kota Surakarta,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Muhammadiyah Surakarta berharap pelaksanaan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah dapat berlangsung tertib, khidmat, serta membawa pesan dakwah yang menyejukkan bagi masyarakat. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!