28.6 C
Jakarta

Peminat UMS 2026 Naik, Ini Alasannya

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Animo pendaftar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id pada tahun akademik 2026 menunjukkan tren peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga awal Mei 2026, jumlah pendaftar tercatat mencapai 14.597 orang, sementara yang telah melakukan registrasi sebanyak 2.559 calon mahasiswa.

Staf Promosi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMS, Fefy Sheilla Putri, S.I.Kom., mengungkapkan bahwa angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. “Tahun lalu jumlah pendaftar di angka 14.340 dan registrasi 2.542. Tahun ini keduanya meningkat,” jelasnya.

Menurut Fefy, peningkatan signifikan terjadi pasca pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Momentum ini mendorong calon mahasiswa yang belum lolos seleksi nasional untuk beralih mendaftar ke UMS. Ia juga memprediksi tren kenaikan akan terus berlangsung menjelang pengumuman Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) pada 25 Mei mendatang.

“Biasanya animo akan semakin meningkat di momen-momen seperti ini, terutama setelah pengumuman seleksi nasional,” tambahnya Sabtu (2/5).

UMS juga masih membuka beberapa jalur seleksi, yakni jalur Computer Based Test (CBT), jalur rapor, dan jalur UTBK. Jalur UTBK terbuka bagi lulusan tiga tahun terakhir dengan biaya pendaftaran Rp200.000 dan kesempatan memilih dua program studi.

Selain itu, UMS menawarkan program beasiswa khusus pada Program Studi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) berupa potongan 100 persen dana pengembangan tahap pertama. Program ini dibuka hingga 16 Mei 2026.

Fefy mengimbau calon mahasiswa untuk segera melakukan registrasi guna mengamankan kuota. “Semakin cepat registrasi, semakin besar peluang mendapatkan kursi. Jika menunda, kuota bisa habis,” tegasnya.

Terkait fleksibilitas, UMS juga memberikan kesempatan pengunduran diri bagi calon mahasiswa hingga 8 Agustus 2026 pukul 14.00 WIB, dengan ketentuan pengembalian dana yang disesuaikan dengan program studi yang dipilih.

Di sisi lain, kepercayaan masyarakat terhadap UMS juga tercermin dari pilihan orang tua calon mahasiswa. Salah satunya disampaikan oleh orang tua Nasywa Athaya Kalyca Adisti asal Magelang yang mendaftarkan putrinya di Program Studi Kesehatan Masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa keputusan memilih UMS bukan tanpa pertimbangan. Keluarga sempat menimbang dua pilihan perguruan tinggi. Namun, faktor rekam jejak institusi dan preferensi anak menjadi alasan utama.

“Kami memang hanya mempertimbangkan dua kampus itu. Tapi kalau melihat sejarah dan perkembangan, UMS ini sudah lebih lama dan kami merasa lebih yakin. Selain itu, anak kami juga memang sejak awal ingin kuliah di Solo,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa keputusan tersebut juga didukung oleh pengalaman keluarga yang telah mengenal lingkungan pendidikan di Yogyakarta. Dengan memilih Solo, diharapkan anaknya mendapatkan suasana baru yang tetap kondusif untuk belajar.

“Kalau di Jogja, kakaknya sudah di sana. Jadi kami ingin ada pengalaman berbeda juga. Yang penting anaknya nyaman dan bisa fokus belajar,” imbuhnya.

Sebagai orang tua, ia berharap putrinya dapat menjalani perkuliahan dengan lancar dan mampu meraih masa depan yang lebih baik. “Harapannya tentu bisa kuliah dengan baik, lulus tepat waktu, dan setelah itu bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai,” ujarnya.

Sementara itu, Nasywa Athaya Kalyca Adisti mengaku telah mantap memilih UMS sejak awal. Ia menilai UMS memiliki kualitas akademik yang baik, ditunjang dengan akreditasi unggul di berbagai program studi serta fasilitas yang memadai.

“Dari awal memang sudah ingin di UMS. Selain karena akreditasinya Unggul, fasilitasnya juga mendukung untuk belajar,” katanya.

Lulusan jurusan IPA tersebut memilih Program Studi Kesehatan Masyarakat dengan ketertarikan khusus pada bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Ia melihat bidang tersebut memiliki prospek karier yang luas, terutama di sektor industri dan perusahaan.

“Karena ambil Kesehatan Masyarakat, saya lebih tertarik ke K3. Ke depan pengennya bisa kerja di perusahaan, di bidang yang berkaitan dengan keselamatan kerja,” jelasnya.

Ia juga berharap selama menempuh pendidikan di UMS dapat mengembangkan kompetensi secara maksimal, baik dari sisi akademik maupun pengalaman praktis.

“Harapannya bisa belajar lebih dalam sesuai jurusan yang dipilih, terus bisa mengembangkan diri juga, supaya nanti siap masuk dunia kerja,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!