28.6 C
Jakarta

DPRD Surabaya Dukung Pemberdayaan Masjid Al Islam

Baca Juga:

SURABAYA, MENARA62.COM – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr. Zuhrotul Mar’ah, bersama Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, M. Arif’an, S.H., M.H., menyatakan dukungan terhadap program pemberdayaan masyarakat yang digagas Masjid Al Islam Tambak Asri.

Dukungan tersebut disampaikan saat mendampingi kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., bersama Wali Kota Surabaya, Dr. Eri Cahyadi, S.T., M.T, dalam rangkaian peresmian Masjid Al Islam sebagai pusat pendidikan Al-Qur’an dan pemberdayaan masyarakat.

Program ini dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun masyarakat, khususnya di kawasan Tambak Asri yang merupakan wilayah eks lokalisasi. Sinergi antara pemerintah, legislatif, dan Muhammadiyah disebut sebagai kekuatan utama dalam mendorong perubahan sosial berbasis masjid.

Salah satu program unggulan yang mendapat perhatian adalah Majelis At-Taubah, yang menjadi wadah pembinaan bagi jamaah ibu-ibu dan lansia dengan latar belakang beragam. Melalui kegiatan rutin pengajian setiap Rabu malam, majelis ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana belajar agama, tetapi juga ruang penguatan mental, sosial, dan spiritual.

“Program seperti ini perlu terus didukung karena masjid memiliki peran penting dalam membina masyarakat. Tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan dan pemberdayaan,” ujar Zuhrotul Mar’ah.

Selain kegiatan rutin, Masjid Al Islam juga aktif menggelar program khusus saat Ramadan, mulai dari pengajian hingga pemberian bantuan sosial kepada masyarakat. Upaya ini menjadi bentuk nyata kehadiran masjid dalam menjawab kebutuhan jamaah, khususnya kelompok rentan.

Sementara itu, M. Arif’an menegaskan bahwa Muhammadiyah akan terus mendorong penguatan dakwah berbasis pemberdayaan masyarakat. Ia menilai, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar program dapat berjalan berkelanjutan dan memberi dampak luas.

Masjid Al Islam Tambak Asri sendiri telah berkembang menjadi pusat pembinaan masyarakat, tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga sosial dan pendidikan keluarga. Program Majelis At-Taubah menjadi salah satu bukti bahwa masjid mampu bertransformasi sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

Dengan dukungan berbagai pihak, program ini diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat nyata, sekaligus memperkuat peran masjid dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera dan bermartabat. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!