SOLO, MENARA62.COM — Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Surakarta menggelar Sarasehan Kader Lintas Masa dalam rangka Semarak Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah di Joglo Loji Gandrung Rumah Dinas Wali Kota Surakarta, Ahad (24/5/2026). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat silaturahmi lintas generasi kader sekaligus refleksi perjalanan panjang organisasi kepemudaan Muhammadiyah.
Acara tersebut dihadiri Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, yang juga tercatat sebagai anggota Pemuda Muhammadiyah Kota Surakarta Bidang Hukum, HAM, dan Advokasi Publik. Hadir pula Drs H Hajriyanto Y Thohari, M.A., mantan Duta Besar RI untuk Lebanon sekaligus mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah.
Selain itu, sejumlah tokoh senior dan mantan Ketua PDPM Kota Surakarta turut hadir, di antaranya Umar Hasyim, Ahmad Sukidi, dan Suyanto. Dari unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta, hadir Dr. Suyanto yang memberikan sambutan mewakili PDM.
Kegiatan diawali dengan doa dan pujian Islami sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang Pemuda Muhammadiyah yang kini memasuki usia ke-94 tahun. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa saat kader lintas generasi berkumpul dalam forum yang digelar di Rumah Rakyat Surakarta tersebut.
Dalam sambutannya, Dr. Suyanto menegaskan bahwa Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi sejarah dan arah perjuangan organisasi ke depan.
Ia mengutip teori siklus generasi Ibnu Khaldun yang membagi perjalanan peradaban ke dalam empat fase, yakni generasi perintis, generasi pembangun, generasi penikmat, dan generasi perusak.
“Generasi perintis Muhammadiyah adalah KH Ahmad Dahlan dan para pendiri yang berjuang dengan penuh pengorbanan. Setelah itu lahir generasi pembangun yang mengembangkan sekolah, rumah sakit, hingga amal usaha Muhammadiyah lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, kader Muhammadiyah saat ini merupakan generasi penikmat yang menikmati hasil perjuangan para pendahulu. Namun, kader tetap dituntut untuk terus mengabdi dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Jangan sampai menjadi generasi perusak, yakni mereka yang hanya pandai mengkritik tanpa memberikan solusi dan kontribusi nyata bagi organisasi,” katanya.
Dr. Suyanto juga menyoroti besarnya kontribusi Muhammadiyah bagi Kota Surakarta, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial. Amal usaha Muhammadiyah disebut telah menjadi bagian penting dalam pembangunan masyarakat.
Dalam forum tersebut, kehadiran Hajriyanto Y Thohari menjadi simbol kesinambungan sejarah perjuangan Pemuda Muhammadiyah dari masa ke masa. Tokoh nasional yang pernah memimpin PP Pemuda Muhammadiyah pada era reformasi itu mengingatkan pentingnya menjaga semangat kaderisasi dan integritas organisasi.
Sementara itu, Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengapresiasi soliditas kader Pemuda Muhammadiyah yang terus menjaga semangat pengabdian dan kolaborasi untuk kemajuan kota.
Sarasehan lintas generasi tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh Muhammadiyah Surakarta, antara lain Joko Riyanto, Samsudin, Bagus, Manto, dan Azhari. Sejumlah alumni dan kader potensial Kota Surakarta seperti Nasrullah, Wardoyo, Sutan, Salahudin, Sariman, hingga Bando Elang juga tampak hadir dalam kegiatan tersebut.
Melalui momentum Milad ke-94 ini, Pemuda Muhammadiyah Kota Surakarta diharapkan terus menjaga semangat persatuan, memperkuat kaderisasi, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
“Pemuda Muhammadiyah harus tetap menjadi kekuatan moral, intelektual, dan sosial yang membawa manfaat bagi umat dan bangsa,” tutup Dr. Suyanto. (*)

