32.8 C
Jakarta

Musyda XIII PD IPM Denpasar Usung Kontekstualisasi Desa Kala Patra: Membumikan Gerakan Daerah, Mengilmukan Komunitas Menuju Tri Hita Karana.

Baca Juga:

Denpasar, Menara62.com. Sabtu (25/7/2026), Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Denpasar menggelar Musyawarah Daerah (Musyda) XIII di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Bali, sebagai forum permusyawaratan tertinggi organisasi di tingkat daerah untuk mengevaluasi perjalanan kepemimpinan, merumuskan arah gerakan, serta memilih estafet kepemimpinan baru PD IPM Denpasar.

Mengusung tema “Kontekstualisasi Desa Kala Patra: Membumikan Gerakan Daerah, Mengilmukan Komunitas Menuju Tri Hita Karana,” Musyda XIII menjadi momentum strategis bagi pelajar Muhammadiyah untuk menghadirkan gerakan yang adaptif terhadap nilai-nilai lokal Bali tanpa meninggalkan identitas keislaman dan semangat dakwah berkemajuan. Semangat ini selaras dengan arah gerakan IPM yang mendorong organisasi semakin dekat dengan kebutuhan pelajar dan masyarakat.

Kegiatan diawali sejak pukul 07.30 WITA dengan registrasi peserta, tukar mandat, dan pembagian kamar. Acara pembukaan berlangsung khidmat melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, serta Mars IPM, dilanjutkan laporan Ketua Panitia, yang melaporkan persiapan hingga pelaksanaan Musyda XIII PD IPM Denpasar.

Selanjutnya sambutan-sambutan yang diawali oleh Ketua PD IPM Denpasar. Dalam sambutannya Wahyu menyampaikan pentingnya Musyawarah dilakukan agar tatanan organisasi dapat berjalan dengan baik dan kaderisasi bergerak sesuai dengan waktunya.

Ketua Pimpinan Wilayah IPM Bali selanjutnya menyampaikan sambutan, yang menegaskan pentingnya proses organisasi yang teratur dan berkesinambungan yang disampaikan oleh Sekretaris Wilayah IPM Bali.

Kesbanglinmas mewakili bapak Wali Kota Denpasar menyambut baik Musyawarah Daerah yang dilaksanakan oleh PD IPM Denpasar ini dan berpesan agar terus memberikan pengaruh positif kepada kegiatan-kegiatan pelajar Denpasar.

Diakhir pemberian sambutan, Ketua Dikdasmen PNF Kota Denpasar dan sekaligus membuka kegiatan Musyda XII PD IPM Denpasar, H. Nadjamuddin menyampaikan bahwa peran pelajar yang tergabung dalam PD IPM sangat penting dalam pengembangan semangat belajar dan berorganisasi dikalangan pelajar Muhammadiyah.

Setelah pembukaan, peserta mengikuti talkshow yang menghadirkan berbagai gagasan mengenai penguatan kepemimpinan pelajar, pengembangan organisasi, serta kontribusi nyata IPM dalam menjawab tantangan zaman. Agenda kemudian berlanjut dengan sidang pleno yang membahas tata tertib persidangan, pidato iftitah Ketua Umum PD IPM Denpasar, hingga penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebagai bentuk akuntabilitas organisasi.

Pada sesi siang hingga malam hari nanti, Musyda memasuki tahapan inti berupa penetapan anggota sidang komisi, pembahasan komisi, penetapan hasil sidang komisi, pembacaan tata tertib pemilihan formatur, hingga proses pemilihan formatur yang menentukan kepemimpinan PD IPM Denpasar periode berikutnya.

Keesokan harinya pada Ahad (26/7/2026), agenda akan dilanjutkan dengan rapat formatur untuk menyusun struktur kepemimpinan baru, kemudian disahkan dalam Sidang Pleno VII.

Melalui Musyda XIII ini, diharapkan lahir kepemimpinan baru yang mampu membawa PD IPM Denpasar menjadi organisasi pelajar yang semakin progresif, inklusif, serta mampu membumikan gerakan hingga ke komunitas-komunitas pelajar. Dengan semangat Desa Kala Patra dan filosofi Tri Hita Karana, IPM Denpasar diharapkan mampu menghadirkan gerakan yang relevan dengan kondisi lokal, memperkuat tradisi keilmuan, membangun harmoni antarsesama, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pelajar, Muhammadiyah, dan masyarakat Bali secara luas.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!