29.5 C
Jakarta

Mahasiswa Nigeria Jadi Khatib Iduladha di Solo

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM — Suasana hangat dan penuh semangat dakwah mewarnai Pertemuan Imam dan Khotib Sholat Iduladha 1447 Hijriah yang digelar Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta, Jumat (22/5/2026), di Aula Gedung Dakwah Balai Muhammadiyah Surakarta.

Kegiatan tersebut diikuti puluhan calon imam dan khotib Iduladha dari berbagai wilayah di Kota Solo. Menariknya, di antara peserta yang hadir tampak seorang mahasiswa asal Nigeria bernama Aminu Khidir yang dipercaya menjadi imam sekaligus khotib Sholat Iduladha di Masjid Muttaqin Rejosari, Jebres.

Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) jurusan Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya itu mengaku bersyukur dan bahagia mendapat kesempatan berdakwah bersama Muhammadiyah di Kota Surakarta.

“Alhamdulillah saya sangat senang sekali di pertemuan Muhammadiyah kali ini. Saya sudah terpilih menjadi khatib dan imam di Masjid Muttaqin saat Iduladha. Terima kasih kepada pengurus Muhammadiyah,” ujar Aminu usai kegiatan.

Aminu menilai pertemuan yang digelar Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas PDM Surakarta tersebut sangat penting bagi para imam dan khotib. Menurutnya, meski berlangsung singkat, materi dan pembekalan yang diberikan memiliki manfaat besar.

“Pertemuan ini sangat penting menurut saya. Ringkas, tetapi manfaatnya besar sekali,” katanya.

Aminu diketahui telah tinggal di Solo selama empat tahun untuk menempuh pendidikan di UNS. Saat ini, ia telah menyelesaikan sidang akhir dan bersiap menjalani wisuda sebelum kembali ke Nigeria.

Selama tinggal di Indonesia, Aminu mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga, terutama dalam memperdalam ilmu agama dan aktivitas dakwah. Salah satu pencapaian yang paling berkesan baginya adalah menulis mushaf Al-Qur’an lengkap dengan tangan dari awal hingga akhir.

“Itu menjadi hal paling utama yang saya capai selama di Indonesia,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Aminu juga memiliki cita-cita besar untuk mengembangkan Muhammadiyah di negara asalnya. Ia mengungkapkan Muhammadiyah belum hadir secara resmi di wilayah tempat tinggalnya di Nigeria.

“Insyaallah itu menjadi rencana saya. Kalau mendapat motivasi dan dukungan dari Muhammadiyah Indonesia, saya ingin mendirikan Muhammadiyah di sana,” ujarnya.

Menurut Aminu, dirinya telah aktif menjadi imam dan khotib di Nigeria serta memiliki madrasah dan lembaga pendidikan sendiri. Ia optimistis semangat dakwah Muhammadiyah dapat berkembang di negaranya.

“Saya suka Muhammadiyah karena mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW dan menghindari bidah,” katanya.

Sementara itu, kegiatan pembekalan imam dan khotib Iduladha tersebut digelar sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Sholat Iduladha 1447 H di berbagai masjid dan lapangan Muhammadiyah se-Kota Surakarta. Selain pembacaan teks khutbah, peserta juga mendapatkan penguatan materi dakwah dan teknis pelaksanaan ibadah Iduladha.

Kegiatan ini sekaligus menjadi gambaran bahwa dakwah Muhammadiyah tidak hanya menjangkau kader lokal, tetapi juga mampu menarik perhatian mahasiswa internasional yang menempuh pendidikan di Indonesia. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!