28.3 C
Jakarta

PCM Kebayoran Baru Rancang Ekonomi Jamaah Mandiri

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebayoran Baru menyusun strategi penguatan ekonomi warga persyarikatan melalui konsep kemandirian finansial jamaah. Gagasan tersebut dibahas dalam kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) di Masjid At-Taqwa, Komplek Perguruan Muhammadiyah Limau, Jakarta Selatan, Jumat (12/6/2025).

 

Mengangkat tema “Desain Ekonomi Muhammadiyah di Masa Efisiensi”, kegiatan tersebut menjadi forum penguatan ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sekaligus merumuskan langkah menghadapi tekanan ekonomi nasional.

 

Ketua PCM Kebayoran Baru, Ustadz M. Said Matondang, mengatakan kondisi ekonomi saat ini menuntut warga Muhammadiyah untuk lebih adaptif. Kenaikan biaya kebutuhan pokok, pendidikan, transportasi, hingga BBM non-subsidi menjadi tantangan yang perlu dihadapi dengan strategi yang tepat.

 

“MABIT menjadi sarana penyegaran ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan bagi penggerak di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Harapannya, semangat dakwah amar ma’ruf nahi munkar tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi,” ujarnya.

 

Hadir sebagai narasumber, Wakil Ketua Majelis Pelayanan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PP Muhammadiyah, Faozan Amar, memaparkan strategi membangun kedaulatan finansial dengan menggabungkan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI), kemampuan digital, serta kekuatan spiritual.

 

Menurut Faozan, menghadapi persoalan ekonomi tidak cukup hanya dengan keluhan, tetapi membutuhkan ikhtiar, inovasi, dan tawakal.

 

“Menghadapi kesulitan ekonomi tidak cukup dengan mengeluh, tetapi harus disikapi dengan kreativitas. Gaji dari AUM saja tidak cukup jika kita tidak mengembangkan kemampuan dan peluang baru,” kata Faozan yang juga Associate Professor FEB UHAMKA.

 

Ia menjelaskan empat strategi utama untuk memperkuat kemandirian ekonomi warga Muhammadiyah.

 

Pertama, optimalisasi AI dan keterampilan digital untuk membuka sumber pendapatan baru. Guru dan tenaga kependidikan didorong menjadi knowledge worker dengan memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan bisnis digital, bimbingan belajar daring, konten edukasi, hingga pemasaran produk UMKM.

 

Kedua, memperkuat aspek spiritual melalui ketakwaan dan sedekah. Faozan mengajak warga menghidupkan kembali semangat Al-Ma’un dengan membangun kepedulian sosial, dana internal jamaah, serta budaya berbagi antarwarga persyarikatan.

 

Ketiga, menerapkan manajemen keuangan yang sehat sesuai Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM). Warga diimbau menghindari pola konsumsi berlebihan, termasuk penggunaan layanan paylater dan utang konsumtif.

 

Keempat, membangun ekosistem ekonomi jamaah melalui gerakan belanja antarwarga Muhammadiyah, penguatan direktori usaha warga, bazar rutin, serta pengembangan koperasi syariah PCM.

 

Faozan menegaskan, masa efisiensi dapat menjadi momentum untuk memperkuat fondasi ekonomi Muhammadiyah.

 

“Ada tiga agenda besar yang harus diperkuat, yaitu menjaga kesejahteraan warga, mengembangkan UMKM jamaah, dan mendiversifikasi pendapatan AUM agar tidak hanya bergantung pada satu sumber pemasukan,” jelasnya.

 

Ia berharap keluarga Muhammadiyah semakin mandiri secara ekonomi sehingga mampu memperkuat sekolah, amal usaha, dan gerakan dakwah.

 

Kegiatan MABIT PCM Kebayoran Baru juga dirangkaikan dengan pelantikan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), penyerahan Surat Keputusan Penjabat Kepala Sekolah, serta penyegaran pengurus di lingkungan PCM Kebayoran Baru. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!