32.1 C
Jakarta

Mahasiswa Aktuaria UM Jatim Magang di BSI Madiun

Baca Juga:

MADIUN, MENARA62.COM — Dua mahasiswa Program Studi Ilmu Aktuaria Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD), yang kini bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UM Jatim), mendapat kesempatan menerapkan ilmu akademik secara langsung melalui program magang di PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Kantor Cabang Kota Madiun.

 

Program magang tersebut berlangsung selama satu bulan dan diikuti mahasiswa semester 6, Maikel Jeksen dan Dyahayyu Amalia. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman untuk mempertemukan kompetensi yang diperoleh di bangku kuliah dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya industri keuangan syariah.

 

Dosen Pembimbing Lapangan, Balqis Al Kubro, M.Mat., mengatakan program magang dirancang agar mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan dalam lingkungan kerja profesional.

 

“Mahasiswa menunjukkan peningkatan dalam hal kemandirian, ketelitian, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan,” ujar Balqis, Rabu (12/8/2026).

 

Selama magang, mahasiswa diarahkan untuk mengasah kemampuan analisis data, memahami risiko keuangan, serta membangun kemampuan komunikasi dan sikap profesional di lingkungan kerja.

 

Menurut Balqis, pengalaman tersebut penting bagi mahasiswa aktuaria karena kompetensi analisis dan pengelolaan risiko memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan industri jasa keuangan.

 

Perkuat Kompetensi di Industri Keuangan Syariah

 

Balqis menilai program magang juga menjadi bentuk sinergi positif antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja.

 

“Saya berharap kerja sama ini terus berlanjut dan semakin erat, karena program ini sangat bermanfaat dalam membentuk lulusan aktuaria yang kompeten dan siap berkontribusi di industri keuangan syariah,” katanya.

 

Kepala Program Studi Ilmu Aktuaria UMMAD, Lenny Dewi Puspita, M.Pd., mengatakan magang merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman.

 

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan praktik profesional secara langsung.

 

“Dengan mengikuti proses magang ini, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kemampuan analisis data, manajemen risiko, komunikasi, serta profesionalisme yang menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia kerja, khususnya di sektor jasa keuangan syariah,” ujar Lenny, Selasa (11/8/2026).

 

Ia juga mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Program Studi S1 Ilmu Aktuaria UMMAD dan BSI dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia.

 

“Kami juga mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Program Studi S1 Ilmu Aktuaria Universitas Muhammadiyah Madiun dan PT Bank Syariah Indonesia dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan siap berkontribusi bagi industri,” katanya.

 

Dari Administrasi hingga Pelayanan Nasabah

 

Bagi mahasiswa, pengalaman magang memberikan gambaran langsung mengenai dinamika pekerjaan di industri perbankan.

 

Maikel Jeksen mengatakan pada awal pelaksanaan magang, peserta terlebih dahulu mendapatkan penjelasan mengenai mekanisme kegiatan dan tugas yang akan dijalankan selama berada di BSI Kota Madiun.

 

Peserta kemudian memperoleh pembagian job desk sesuai dengan kebutuhan pekerjaan di tempat magang.

 

“Pekan pertama proses magang yang kita lakukan masih mengenai pekerjaan administrasi. Diajari beberapa hal terkait pekerjaan perbankan seperti pembukaan rekening, memberi arahan kepada nasabah,” terang Maikel.

 

Pengalaman tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami bahwa kompetensi yang dipelajari di bangku kuliah perlu diimbangi dengan kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, bekerja secara teliti, serta memahami prosedur di lingkungan profesional.

 

Program magang mahasiswa Ilmu Aktuaria UM Jatim di BSI Kota Madiun diharapkan menjadi bagian dari proses pembentukan lulusan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman praktis dan kesiapan menghadapi kebutuhan industri keuangan syariah.

 

Kolaborasi kampus dan dunia industri tersebut sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengenali lebih dekat peluang karier di sektor jasa keuangan yang membutuhkan kemampuan analisis data, manajemen risiko, dan pengambilan keputusan berbasis informasi. (PJ)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!