JAMBI, MENARA62.COM — Diniyyah Al Azhar (DIAZ) Jambi kembali mencatatkan prestasi di bidang pendidikan internasional. Sebanyak 11 lulusan tahun 2026 berhasil diterima untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Al Azhar Mesir melalui jalur cabang resmi Al Azhar As Syarif Mesir.
Sebelas lulusan tersebut adalah Chusnul Mubarok, M. Daud Rahman, M. Ilham Bumulo, Parel Reski Zali, Salsabila Insani J., Qory Mashitoh, Aulia Athifa Althafunnisa, Fasya Hat Rehan, Muhammad Zulfiqar, Muhammad Rafif, dan Zikri Juwandra.
Direktur Pendidikan DIAZ Jambi, Ustaz H. M. Hafizh El Yusufi, M.Pd., menyampaikan bahwa hingga tahun 2026 jumlah alumni DIAZ Jambi yang melanjutkan studi ke Universitas Al Azhar Mesir melalui jalur cabang resmi Al Azhar As Syarif Mesir telah mencapai 30 orang.
“Ini sebenarnya bagian benefit yang didapatkan anak-anak kita, setelah Diniyyah Al Azhar sejak tahun 2019 lalu, berhasil mendapatkan persetujuan tersertifikasi sebagai cabang resmi Al Azhar Mesir,” ungkap Ustaz Hafizh.
Status sebagai cabang resmi Al Azhar Mesir menjadikan DIAZ diakui dalam penerapan standar pendidikan Al Azhar mulai dari jenjang SDIT hingga SMAIT/MA. Standar tersebut mencakup pendidikan agama Islam, Bahasa Arab, Al-Qur’an, kurikulum, buku pelajaran, sistem ujian, hingga ujian akhir. Para lulusan DIAZ juga memperoleh ijazah resmi dari Al Azhar Mesir.
“Dan ijazah itulah yang kemudian dipakai untuk mendaftar kuliah ke Al Azhar Mesir tidak perlu memakai tes lagi. Juga tidak perlu daftar ke Kementerian Agama. Melalui jalur cabang resmi Al Azhar As Syarif Mesir inilah, anak-anak kami melanjurkan studi ke Al Azhar, Kairo, Mesir,” jelas Ustaz Hafizh.

DIAZ Jambi hingga saat ini menjadi satu-satunya lembaga pendidikan di Provinsi Jambi yang menyandang status cabang resmi Al Azhar Mesir. Meskipun sertifikasi tersebut telah diperoleh sejak 2019, pengiriman lulusan ke Al Azhar Mesir baru dimulai pada 2023 dan terus berlangsung setiap tahun.
“Ini merupakan tahun keempat dari lulusan kami yang alhamdulillah mendapatkan privilege, mendapatkan ijazah dari Al-Azhar Mesir dan anak-anak kita bisa dipastikan lulus dari sini, bisa langsung diterima di Al Azhar Mesir,” tuturnya.
Ia berharap para lulusan yang akan menempuh pendidikan di Mesir dapat mempersiapkan diri secara optimal dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam ilmu pengetahuan sekaligus mengembangkan potensi diri. Menurutnya, kesempatan belajar di Al Azhar merupakan amanah yang harus dijalankan dengan baik agar ilmu yang diperoleh nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain itu, upaya kaderisasi ulama juga menjadi salah satu fokus utama DIAZ Jambi.
“Harapan kami, nanti mereka setelah lulus, akan menjadi apa saja tapi sekaligus seorang dai. Mereka bisa menjadi diplomat, pengusaha, dosen, pegawai negeri sipil dan lain sebagainya. Namun selalu bisa berdakwah dengan profesinya dan menjalankan misi sebaik-baik manusia dalam memberikan manfaat kepada orang lain,” pungkas Ustadz Hafizh.
