MADIUN, MENARA62.COM — Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) menjalani program magang di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Madiun. Kegiatan yang berlangsung sejak awal Agustus hingga Oktober 2026 ini menjadi kesempatan mahasiswa untuk mengasah kompetensi sekaligus menerapkan ilmu komunikasi di dunia kerja.
Sebelumnya, kampus tersebut bernama Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) dan telah bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT).
Selama magang, mahasiswa terlibat dalam berbagai aktivitas di lingkungan KPU Kabupaten Madiun. Keterlibatan mahasiswa disesuaikan dengan kebutuhan lembaga serta kemampuan yang dimiliki.
Sekretaris KPU Kabupaten Madiun, Sulistiyani, mengatakan kehadiran mahasiswa magang turut membantu pekerjaan di lembaga tersebut.
“Kalau menurut saya pribadi, dengan adanya teman-teman yang magang, menurut saya bagus dan sangat membantu kita,” kata Sulistiyani, Kamis (13/8/2026).
Terlibat Dokumentasi hingga Konten Media Sosial
Salah satu kegiatan yang dilakukan mahasiswa Ilmu Komunikasi adalah membantu dokumentasi berbagai aktivitas KPU Kabupaten Madiun. Pengalaman tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan keterampilan komunikasi visual dan publikasi.
Mahasiswa juga dilibatkan dalam pembuatan konten media sosial KPU Kabupaten Madiun. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan komunikasi digital yang telah dipelajari selama perkuliahan.
Selain bidang komunikasi dan publikasi, mahasiswa turut membantu inventarisasi Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan KPU Kabupaten Madiun.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa membantu memberikan kode atau label pada barang untuk kemudian didata berdasarkan kondisinya.
“Jadi nanti bisa dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu barang yang benar-benar masih bagus dan bisa dipakai, barang yang sudah rusak berat, dan barang yang tidak ada,” ujar Sulistiyani.
Didorong Ikut Produksi Podcast
KPU Kabupaten Madiun juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat dalam pengembangan komunikasi publik melalui produksi podcast.
Sulistiyani berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan kemampuan komunikasi sekaligus memperoleh pengalaman produksi konten secara langsung.
“Teman-teman magang bisa mengikuti kegiatan podcast, karena di KPU sekarang lagi nge-hits kegiatan podcast. Saya mengharapkan nanti teman-teman semuanya mencoba untuk podcast di podcast-nya KPU Kabupaten Madiun,” tuturnya.
Bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi, pengalaman magang tersebut memberikan ruang untuk menghubungkan teori dengan praktik. Mereka tidak hanya belajar mengenai komunikasi organisasi, tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam dokumentasi, produksi konten, publikasi, hingga komunikasi publik.
Program magang ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi mahasiswa UMJT sekaligus memberikan gambaran nyata mengenai tuntutan dunia kerja di bidang komunikasi. (*)

