35 C
Jakarta

Siswa SDN 2 Wringinsongo Belajar Bikin Sabun Herbal Daun Sirih

Baca Juga:

WRINGINSONGO, MENARA62.COM — Edukasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dikenalkan dengan cara kreatif oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ’Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 98 kepada siswa SDN 2 Wringinsongo.

 

Para mahasiswa mengajak siswa kelas 4, 5, dan 6 mempraktikkan pembuatan sabun cuci tangan herbal berbahan daun sirih di lingkungan sekolah, Selasa (11/8/2026).

 

Kegiatan tersebut dirancang untuk mengenalkan pentingnya kebersihan tangan sekaligus mengajak siswa memanfaatkan potensi bahan alami yang tersedia di sekitar mereka. Daun sirih yang digunakan diperoleh dari pekarangan rumah warga dan kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Wringinsongo.

 

Melalui kegiatan praktik, siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pengolahan bahan hingga menjadi sabun cuci tangan.

 

Belajar Manfaat Daun Sirih

 

Proses pembuatan diawali dengan menyiapkan daun sirih segar. Daun dicuci bersih, kemudian diiris tipis sebelum direbus menggunakan 300 mililiter air selama sekitar 15 menit.

 

Setelah air rebusan berubah warna menjadi kecokelatan, ekstrak tersebut didiamkan hingga dingin dan disaring.

 

Selanjutnya, mahasiswa dan siswa menyiapkan larutan dasar sabun dengan 700 mililiter air hangat. Bubuk Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dimasukkan secara bertahap sambil diaduk perlahan hingga larut.

 

Ekstrak daun sirih yang telah dingin kemudian dicampurkan ke dalam larutan tersebut. Campuran selanjutnya diberi pewarna dan beberapa tetes minyak esensial untuk menambah aroma.

 

Setelah didiamkan selama beberapa jam hingga busa berkurang, sabun dituangkan ke dalam botol pump. Produk sabun herbal daun sirih pun siap digunakan.

 

Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai cara mencuci tangan yang benar. Mereka diarahkan membasahi tangan dengan air mengalir, menggunakan sabun secukupnya, kemudian menggosok telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, hingga bagian bawah kuku selama minimal 20 detik.

 

Setelah itu, tangan dibilas menggunakan air bersih dan dikeringkan.

 

Penanggung jawab program, Gibran, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran menjaga kebersihan sejak dini.

 

“Melalui program ini, kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini kepada siswa bahwa menjaga kebersihan tangan tidak harus mahal. Daun sirih yang ada di pekarangan rumah warga memiliki khasiat antiseptik yang sangat baik,” ujarnya.

 

Ia berharap siswa dapat mengembangkan keterampilan tersebut secara mandiri di rumah bersama keluarga.

 

Sekolah Apresiasi Pembelajaran Praktis

 

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari pihak SDN 2 Wringinsongo. Kepala sekolah menilai praktik pembuatan sabun herbal memberikan pengalaman pembelajaran yang aplikatif bagi siswa.

 

“Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan anak-anak pentingnya menjaga kebersihan tangan, tetapi juga memberikan wawasan kreatif bahwa bahan alami di sekitar kita seperti daun sirih bisa diolah menjadi barang yang sangat berguna,” ungkapnya.

 

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN MAs Kelompok 98 berharap siswa semakin terbiasa menerapkan PHBS, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

 

Kegiatan itu sekaligus mendorong siswa mengenali dan memanfaatkan potensi bahan alam di lingkungan sekitar secara kreatif.

 

KKN MAs sendiri merupakan program pengabdian masyarakat lintas perguruan tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah di Indonesia. Program tersebut diarahkan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

 

Pada pelaksanaan tahun ini, KKN MAs melibatkan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi, antara lain Universitas Muhammadiyah Jambi, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Bandung, Universitas Muhammadiyah Gombong, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas Muhammadiyah Bone, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Muhammadiyah Palembang, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, serta Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta. (Nasywa AR)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!