30.3 C
Jakarta

HW Boyolali Cetak Kader Pemimpin Lewat Diklat DSD

Baca Juga:

BOYOLALI, MENARA62.COM – Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Kwartir Daerah Boyolali menggelar Diklat DSD (Dewan Sugli Daerah) sebagai upaya mencetak kader pemimpin kepanduan yang tangguh, berkarakter, dan berjiwa Islami. Kegiatan tersebut dibuka di halaman Pondok Pesantren Muhammadiyah Manafi’ul ‘Ulum Canden, Sambi, Boyolali, Ahad (14/6/2026).

 

Diklat yang diikuti kader Hizbul Wathan dari berbagai wilayah ini menjadi ruang pembinaan kepemimpinan, keterampilan kepanduan, serta penguatan nilai-nilai keislaman bagi generasi muda Muhammadiyah.

 

Pembukaan kegiatan secara resmi dilakukan oleh Mudir Pondok Pesantren Muhammadiyah Manafi’ul ‘Ulum, Ustadz Pujiono, bersama Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Hizbul Wathan Boyolali, Ramanda Mustamik.

 

Dalam tausiyahnya, Ustadz Pujiono mengingatkan para peserta agar terus membangun kekuatan diri sebagai kader Muhammadiyah dan Hizbul Wathan.

 

Ia mengutip pesan Nabi Muhammad SAW tentang pentingnya menjadi pribadi yang kuat. Menurutnya, kader HW harus dipersiapkan memiliki kekuatan secara jasmani, rohani, mental, dan spiritual agar mampu menjadi pelopor kebaikan di tengah masyarakat.

 

“Hizbul Wathan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Kader HW harus tumbuh menjadi pribadi yang dapat dipercaya, jujur, serta memiliki hati dan pikiran yang bersih,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, nilai-nilai kepanduan yang diajarkan dalam HW sejalan dengan semangat pembentukan karakter melalui disiplin, tanggung jawab, dan pengabdian.

 

Sementara itu, Ketua Kwarda Hizbul Wathan Boyolali, Ramanda Mustamik, berpesan kepada peserta agar mengikuti seluruh rangkaian diklat dengan sungguh-sungguh.

 

“Jangan hanya hadir secara fisik. Ikutilah kegiatan ini dengan serius. Manfaatkan setiap materi, diskusi, dan latihan agar mendapatkan manfaat bagi diri sendiri maupun organisasi,” tegasnya.

 

Diklat DSD berlangsung pada 14–15 Juni 2026 di kawasan Mongkrang, Karanganyar, dengan menghadirkan instruktur berpengalaman dari Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

 

Melalui pendampingan para instruktur, peserta mendapatkan berbagai materi kepemimpinan, keterampilan kepanduan, serta wawasan keislaman sebagai bekal menjadi pemimpin HW di masa depan.

 

Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan kader Hizbul Wathan yang berintegritas, disiplin, berakhlak mulia, serta siap mengabdi untuk persyarikatan, umat, bangsa, dan negara.

 

Kwarda HW Boyolali berharap semangat kepanduan yang dipadukan dengan nilai Islam dapat menjadi kekuatan bagi generasi muda untuk terus bergerak memberikan manfaat dan menjadi teladan di lingkungan masing-masing. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!