29.6 C
Jakarta

MDMC-Kemendikdasmen Bangun 33 Kelas Darurat Pascabencana Aceh-Sumut

Baca Juga:

ACEH TENGAH, MENARA62.COMMuhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memulai pembangunan 33 Ruang Kelas Darurat (RKD) bagi sekolah terdampak banjir dan longsor di Aceh serta Sumatera Utara.

 

Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama di SD Negeri 10 Linge, Desa Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Selasa (16/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi awal pembangunan serentak RKD di sembilan sekolah yang tersebar di tiga kabupaten.

 

Sebanyak 33 ruang kelas darurat akan dibangun di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, serta Kabupaten Aceh Tengah dan Gayo Lues, Aceh. Rinciannya, 10 ruang kelas di tiga sekolah Kabupaten Tapanuli Tengah, empat ruang kelas di SD Negeri 10 Linge Aceh Tengah, dan 19 ruang kelas di lima sekolah Kabupaten Gayo Lues.

 

Ketua Pos Koordinasi Nasional (Poskornas) MDMC PP Muhammadiyah, Indrayanto, mengatakan pembangunan tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan setelah bencana.

 

“Hari ini kami berada di SD Negeri 10 Linge untuk melakukan peletakan batu pertama dan doa bersama masyarakat, guru, serta kepala sekolah. Harapannya pembangunan berjalan lancar sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

 

Indrayanto menjelaskan pembangunan RKD merupakan bentuk kolaborasi MDMC bersama Kemendikdasmen dalam mendukung pemulihan pendidikan di wilayah terdampak bencana.

 

“Ini merupakan simbolis kemitraan MDMC dengan Kementerian Pendidikan dalam pembangunan ruang kelas darurat di Tapanuli Tengah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Total ada sembilan sekolah dan 33 ruang kelas darurat yang akan dibangun,” katanya.

 

Menurutnya, keberadaan ruang kelas darurat diharapkan dapat mempercepat pemulihan layanan pendidikan dan memberikan ruang belajar yang layak bagi para siswa terdampak bencana.

 

Sementara itu, Kepala SD Negeri 10 Linge, Nurdinsah, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Kemendikdasmen dan MDMC Muhammadiyah.

 

“Kami berterima kasih kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta tim MDMC yang telah hadir membangun empat ruang kelas darurat di sekolah kami. Bantuan ini sangat berarti bagi keberlangsungan pembelajaran,” ungkapnya.

 

Hingga pertengahan Juni 2026, pembangunan di Kabupaten Tapanuli Tengah telah melalui tahap verifikasi dan distribusi material ke gudang utama serta mulai memasuki pengerjaan lapangan. Di Kabupaten Gayo Lues, pembangunan salah satu sekolah di Blangkejeren juga telah dimulai, sementara lokasi lainnya menunggu tahapan berikutnya.

 

Melalui program ini, MDMC dan Kemendikdasmen berkomitmen menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak terdampak bencana sekaligus membantu percepatan pemulihan sektor pendidikan di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!