29.6 C
Jakarta

Evaluasi PPL PPG UMS Siapkan Guru Profesional

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melakukan Evaluasi Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Semester 1 Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru 1 Tahun 2026, Rabu (17/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Hotel Mercure (eks Swiss Bell Purwosari) tersebut menjadi momentum refleksi dan penguatan kolaborasi antara FKIP UMS dengan sekolah mitra.

 

Evaluasi ini diikuti oleh para guru pamong, koordinator sekolah, serta pengelola PPG FKIP UMS dari berbagai jenjang pendidikan. Sebanyak 83 mitra sekolah, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga SMK, hadir memberikan masukan terkait pelaksanaan PPL selama semester pertama.

 

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, S.Pd., M.Hum., menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya kegiatan evaluasi tersebut. Menurutnya, pendampingan dan refleksi bersama guru pamong menjadi bagian penting dalam meningkatkan mutu pelaksanaan PPG.

 

“Alhamdulillah hari ini kami bersama Bapak Ibu guru yang cerdas, khususnya guru pamong, melaksanakan kegiatan pembimbingan, pendampingan, refleksi, dan evaluasi terhadap mahasiswa PPG,” ujar Prof. Anam.

 

Ia menjelaskan, hasil evaluasi akan menjadi dasar perbaikan untuk pelaksanaan PPG berikutnya. Dengan adanya masukan dari sekolah mitra, FKIP UMS dapat menyusun tindak lanjut agar proses pendidikan calon guru semakin berkualitas.

 

“Pendampingan, pembimbingan, dan refleksi ini akan memberikan kontribusi positif karena hasil evaluasi akan digunakan sebagai refleksi serta tindak lanjut perbaikan pelaksanaan PPG di masa mendatang,” tambahnya.

 

Sementara itu, Kaprodi PPG FKIP UMS Dr. Nurhidayat, M.Pd., mengatakan evaluasi dan koordinasi tersebut menghasilkan berbagai masukan konstruktif dari guru pamong maupun koordinator sekolah terkait aktivitas PPL PPG.

 

Menurutnya, masukan tersebut sangat bermanfaat bagi pengelola PPG UMS agar pelaksanaan PPL pada semester kedua dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan produktif.

 

“Kami mendapatkan masukan-masukan dari Bapak Ibu guru pamong maupun koordinator di sekolah terkait aktivitas yang dilakukan dalam PPL PPG. Hal ini menjadi bahan penting agar semester kedua nanti bisa lebih optimal,” jelasnya.

 

Dr. Nurhidayat mengungkapkan, salah satu tantangan yang dihadapi adalah adanya beberapa sekolah yang menerapkan kurikulum blok, khususnya pada jenjang tertentu. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam menyelaraskan pelaksanaan materi perkuliahan dengan kegiatan PPL yang berjalan secara simultan.

 

“Pelaksanaan materi mata kuliah dan materi PPL dilaksanakan secara beriringan. Ini menjadi tantangan yang perlu kita berikan solusi agar proses PPG tetap berjalan maksimal,” katanya.

 

Meski demikian, ia menyebutkan sebagian besar pelaksanaan PPL PPG di sekolah mitra berjalan lancar. Sekolah dengan penerapan kurikulum reguler seperti SD, SMP, dan SMA dinilai mampu memberikan ruang pelaksanaan PPL secara optimal.

 

Ke depan, FKIP UMS akan memperkuat komunikasi dengan sekolah mitra melalui penyusunan agenda dan jadwal yang lebih awal agar pelaksanaan PPL PPG semakin efektif.

 

“Pada prinsipnya pelaksanaan PPL PPG di sebagian besar mitra berjalan dengan baik. Kami akan terus membangun koordinasi agar pelaksanaan berikutnya menjadi lebih optimal,” pungkasnya.

 

Evaluasi PPL PPG FKIP UMS ini menjadi bagian dari komitmen universitas dalam mencetak calon guru profesional yang adaptif, kompeten, dan siap menghadapi tantangan pendidikan masa depan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!