Denpasar, Menara62.com. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Bali sukses menyelenggarakan Musyawarah Wilayah (Musywil) XIX yang berlangsung selama tiga hari di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Bali. Mengusung tema “Raksa Pelajar Muhammadiyah di Pulau Dewata”, forum permusyawaratan tertinggi tingkat wilayah ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus estafet kepemimpinan bagi gerakan pelajar Muhammadiyah di Bali.
Musywil XIX tidak hanya menjadi agenda evaluasi kepemimpinan periode 2024–2026, tetapi juga wadah strategis dalam merumuskan arah perjuangan organisasi untuk dua tahun ke depan. Forum ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan Daerah IPM se-Bali sebagai peserta penuh serta Pimpinan Ranting IPM se-Bali yang turut menyemarakkan jalannya musyawarah.
Kegiatan pembukaan dihadiri oleh Wakil Ketua PWM Bali, Ketua PWA Bali, serta Ketua Umum PP IPM. Ketua Umum PW IPM Bali periode 2024–2026, M. Ardiansyah Pratama, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas perjalanan kepemimpinan yang telah dijalankan serta harapan agar estafet perjuangan organisasi terus berlanjut dengan semangat yang lebih besar.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua PP IPM periode 2026–2028, Danny Rahmat Muharrom. Dengan gaya khas yang hangat dan menggembirakan, ia mengajak seluruh peserta untuk memaknai Musywil sebagai ruang pengembangan kapasitas kader dan penguatan gerakan pelajar Muhammadiyah.
“Musywil adalah momentum untuk menyibukkan diri dalam kebaikan, mengembangkan ide dan gagasan, serta membangun ekosistem kader yang beradab, kritis, inovatif, dan berdaya. Melalui musyawarah inilah eksistensi gerakan akan terus terjaga dan berkembang,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PWM Bali, Drs. M. Barhiman, yang sekaligus membuka secara resmi Musywil XIX PW IPM Bali, menegaskan bahwa tema yang diusung harus diwujudkan dalam langkah nyata. Menurutnya, menjaga dan merawat kader Muhammadiyah tidak cukup hanya melalui slogan dan narasi, melainkan harus dibuktikan dengan penguatan ideologi, akhlak, serta moral yang kokoh agar para pelajar mampu menghadapi berbagai tantangan zaman.
Selama pelaksanaan Musywil, berbagai sidang pleno berlangsung dengan dinamis dan penuh antusiasme. Beragam gagasan, masukan, serta rekomendasi strategis berhasil dirumuskan sebagai bekal gerakan PW IPM Bali pada periode mendatang.
Puncak Musywil menghasilkan sembilan orang formatur tetap yang mendapat amanah untuk menyusun kepengurusan baru PW IPM Bali periode 2026–2028. Mereka adalah M. Rafly Al-Baihaqi, Nashwan Daffa Raihanza, Ijlal Aldin, Tri Anggun Lutfia, Yuni Safitri, Raja’ Fat-Han Abdullah, M. Naufal Hilmy, Moh. Wahyu Isnan, dan Nana Maulidya.
Melalui rapat formatur yang berlangsung setelah sidang penetapan, terpilih M. Rafly Al-Baihaqi sebagai Ketua Umum PW IPM Bali periode 2026–2028. Ia akan didampingi oleh Yuni Safitri sebagai Sekretaris Umum dan Rahmania Lulu Maulida sebagai Bendahara Umum.
Terpilihnya kepemimpinan baru ini menandai dimulainya babak baru perjalanan PW IPM Bali. Dengan semangat “Raksa Pelajar Muhammadiyah di Pulau Dewata”, diharapkan organisasi pelajar Muhammadiyah di Bali semakin kokoh dalam menjaga kaderisasi, memperluas kebermanfaatan, serta menghadirkan gerakan yang adaptif, progresif, dan berkemajuan bagi pelajar Muhammadiyah di Pulau Dewata.
MUSYWIL XIX PW IPM BALI TUNTAS DIGELAR, LAHIRKAN NAKHODA BARU GERAKAN PELAJAR MUHAMMADIYAH.
- Advertisement -

