32.9 C
Jakarta

SMP Muhammadiyah PKBS Solo Usung Smart School Syar’i Soul

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – SMP Muhammadiyah Program Khusus Boarding School (PKBS) Solo menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan Islam berkemajuan yang berkualitas, inklusif, dan adaptif melalui konsep pembelajaran terpadu berbasis Integrated Dual System, yang menggabungkan sistem boarding school dan full day school.

Plt Kepala SMP Muhammadiyah PKBS Solo, Sri Sayekti, menyampaikan bahwa pendidikan Islam berkemajuan sangat relevan dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan jati diri sebagai hamba Allah yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah. Hal itu disampaikan dalam keterangannya, Kamis (2/7/2026).

Menurut Sayekti, SMP Muhammadiyah PKBS Solo merupakan sekolah rintisan unggulan yang memadukan Kurikulum Nasional, tradisi intelektual pesantren melalui kajian Kitab Turats, serta pemanfaatan teknologi digital melalui konsep Smart School.

“Semoga terwujud Generasi Ulul Albab yang mandiri, tangguh, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta fasih berbahasa internasional dengan tetap berpijak pada nilai tauhid dan prinsip Kemuhammadiyahan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sekolah mengusung tagline “Smart School, Syar’i Soul” sebagai identitas yang merepresentasikan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan pembentukan karakter Islami. Menurutnya, slogan tersebut mudah diingat karena memiliki rima yang kuat sekaligus menggambarkan visi pendidikan yang ingin diwujudkan.

Tujuh Kunci Sekolah Berkemajuan

Untuk membangun sekolah yang berkualitas, inklusif, dan adaptif, Sayekti menekankan pentingnya perubahan pola pikir seluruh warga sekolah. Menurutnya, kemajuan tidak akan tercapai apabila guru dan tenaga kependidikan masih bertahan pada fixed mindset.

“Sering kali sekolah tidak dilirik calon siswa karena citra bangunan yang kurang menarik. Karena itu diperlukan tujuh kunci sukses agar sekolah dapat berkemajuan,” katanya.

Tujuh kunci tersebut meliputi manajemen sumber daya manusia, manajemen loyalitas, manajemen pelayanan, manajemen kurikulum, manajemen inovasi dan teknologi, manajemen pemasaran dan promosi, serta manajemen doa.

Ia menambahkan, keberhasilan sebuah sekolah berawal dari peningkatan pola pikir, karakter, dan kualitas guru maupun karyawan.

“Kesuksesan berawal dari recharging mindset, karakter, dan kualitas guru maupun karyawan. Banyak orang terbalik memahami kesuksesan. Padahal 95 persen itu mindset, hanya 5 persen strategi,” jelasnya.

Awali dengan Mimpi Besar

Sayekti juga mengajak seluruh warga sekolah memiliki visi besar dalam membangun institusi pendidikan. Menurutnya, sekolah berkemajuan dapat dimulai dari target yang jelas, seperti keberhasilan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), pengelolaan anggaran yang efektif, serta penyusunan program pendidikan yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing sekolah.

Dengan pendekatan tersebut, SMP Muhammadiyah PKBS Solo berharap mampu menjadi sekolah Islam modern yang tidak hanya unggul dalam akademik dan teknologi, tetapi juga melahirkan lulusan berkarakter, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!