SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat daya saing Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) melalui berbagi praktik baik mengenai strategi branding, reputasi, dan penerimaan mahasiswa baru (PMB) pada Leadership Training Pimpinan PTMA Angkatan XII di Hotel Prime Plaza Yogyakarta, Rabu (15/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Rektor UMS sekaligus BIM University, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., memaparkan materi bertajuk Adaptasi Marketing, Branding, dan Reputasi Perguruan Tinggi di Era Society 5.0. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya mengandalkan kualitas akademik, tetapi juga harus mampu membangun reputasi, kepercayaan publik, dan strategi pemasaran yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Menurut Harun, transformasi perguruan tinggi harus dimulai dari penguatan identitas institusi, budaya kolaborasi, dan inovasi yang berkelanjutan. Reputasi yang kuat, kata dia, lahir dari konsistensi dalam menghadirkan mutu pendidikan, pelayanan prima, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kepercayaan masyarakat dibangun di atas legalitas, seperti akreditasi, didukung bukti nyata berupa fasilitas, kualitas layanan, serta reputasi digital yang dikelola secara berkelanjutan. Inilah yang menjadi ujung tombak dalam menarik mahasiswa baru di era Society 5.0,” ujar Harun.
Ia juga menekankan bahwa penguatan branding PTMA tidak dapat dilakukan secara individual. Menurutnya, sinergi antarinstitusi menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi Muhammadiyah di tingkat nasional maupun global.
“PTMA tidak mungkin lari cepat sendirian, tetapi harus mampu lari jauh secara berjamaah,” tegasnya.
Harun berharap seluruh PTMA terus memperkuat kolaborasi melalui berbagi praktik baik, pengembangan riset bersama, penguatan jejaring akademik, hingga promosi kolaboratif untuk membangun reputasi pendidikan tinggi Muhammadiyah yang semakin kuat.
Strategi PMB Berbasis Data
Sementara itu, Kepala Direktorat Akademik dan Admisi (DAA) UMS, Dr. Triyono, S.E., M.Si., membagikan strategi penerimaan mahasiswa baru yang diterapkan UMS hingga mampu meningkatkan jumlah mahasiswa secara konsisten.
Menurut Triyono, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari strategi pemasaran yang terintegrasi, berbasis data, dan melibatkan seluruh unsur di lingkungan kampus.
Di wilayah Solo Raya, kata dia, UMS memperkuat hubungan dengan sekolah, guru Bimbingan dan Konseling (BK), orang tua, serta alumni sebagai mitra strategis dalam mengenalkan kampus kepada calon mahasiswa.
Untuk wilayah Pulau Jawa, strategi diperluas melalui kemitraan dengan SMA dan SMK, penyelenggaraan expo pendidikan, kunjungan sekolah, hingga optimalisasi promosi melalui berbagai platform digital.
Adapun di luar Pulau Jawa, UMS membangun sinergi bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, sekolah Muhammadiyah, jaringan alumni, serta menghadirkan berbagai program beasiswa dan promosi yang menjangkau calon mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Triyono menambahkan, keberhasilan PMB tidak hanya ditentukan oleh promosi, tetapi juga kualitas layanan admisi, pemanfaatan teknologi digital, citra institusi, dan pengalaman positif mahasiswa selama menjalani pendidikan.
“Seluruh sivitas akademika memiliki peran sebagai duta institusi yang membangun kepercayaan masyarakat terhadap UMS,” katanya.
Perkuat Daya Saing PTMA
Melalui partisipasi aktif dalam Leadership Training Pimpinan PTMA Angkatan XII, UMS menegaskan komitmennya untuk terus berbagi praktik baik dalam bidang branding, reputasi, dan strategi penerimaan mahasiswa baru.
Pengalaman yang dibagikan diharapkan menjadi referensi bagi seluruh PTMA dalam memperkuat daya saing, meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi, serta memperluas kolaborasi menuju perguruan tinggi Muhammadiyah yang unggul, berkemajuan, dan berdaya saing global. (*)
