SOLO, MENARA62.COM – SD Muhammadiyah 1 Solo terus memperkuat pendidikan karakter melalui pembiasaan ibadah yang terstruktur setiap hari. Program ini menjadi bagian dari upaya sekolah menanamkan nilai religius sekaligus membentuk kedisiplinan dan akhlak mulia peserta didik sejak dini.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo, Sri Sayekti, mengatakan seluruh siswa mengikuti rangkaian pembiasaan keagamaan setiap pagi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
“Kegiatan diawali dengan doa bersama dan hafalan doa harian sesuai jadwal pada buku mutaba’ah selama lima menit,” ujar Sri Sayekti, Rabu (15/7/2026).
Setelah doa bersama, siswa berdiri menyanyikan lagu nasional sesuai jadwal sebagai bentuk penanaman nilai cinta tanah air. Selanjutnya, guru memandu kegiatan murojaah atau mengulang hafalan surat-surat pendek Al-Qur’an selama 10 menit, kemudian dilanjutkan dengan ziyadah atau penambahan hafalan selama 10 menit.
Rangkaian kegiatan pagi ditutup dengan pembelajaran membaca Al-Qur’an atau menggunakan buku Al Husna selama 30 menit. Dalam sesi tersebut, guru mendampingi setiap siswa agar mampu membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid dan semakin lancar dalam membaca.
Tak hanya pembiasaan pagi, SD Muhammadiyah 1 Solo juga menerapkan tata kelola salat berjamaah secara sistematis dengan melibatkan seluruh guru dan tenaga kependidikan.
Sebelum salat dimulai, siswa bersama wali kelas diarahkan menuju tempat wudu. Guru memberikan pendampingan langsung untuk memastikan tata cara berwudu dilakukan dengan benar, sekaligus mengingatkan apabila masih terdapat kekurangan, baik pada gerakan maupun kebersihan pakaian.
“Setelah berwudu, siswa mengenakan perlengkapan salat sesuai ketentuan. Siswa putra menggunakan seragam yang rapi dan bersih, sedangkan siswa putri mengenakan mukena lengkap dengan penutup kepala,” jelasnya.
Saat menuju Masjid Al Wustho maupun halaman sekolah, siswa juga dibimbing menerapkan adab memasuki masjid, mulai dari menata sandal dengan rapi, melangkahkan kaki kanan terlebih dahulu, membaca doa masuk masjid, menjaga ketenangan, hingga melaksanakan salat sunah qabliyah sebelum salat berjamaah.
Untuk menjaga ketertiban, sekolah mengatur lokasi salat berdasarkan jenjang kelas. Kelas I dan II menempati serambi Masjid Al Wustho, kelas III dan IV berada di dalam masjid, sedangkan kelas V dan VI melaksanakan salat di halaman sekolah. Pengaturan tersebut dilakukan secara bergilir setiap bulan agar seluruh siswa memperoleh pengalaman belajar yang merata.
Selama salat berjamaah berlangsung, guru secara aktif membimbing ketepatan gerakan dan bacaan salat. Guru putra maupun putri mendapat jadwal khusus untuk mendampingi siswa selama pelaksanaan ibadah. Setelah salat selesai, siswa bersama guru melanjutkan dengan zikir dan doa bersama.
Kegiatan ditutup dengan pembiasaan melipat perlengkapan salat secara rapi, membaca doa keluar masjid, melangkahkan kaki kiri saat keluar, kemudian kembali ke kelas secara tertib bersama wali kelas.
Melalui pembiasaan ibadah yang konsisten tersebut, SD Muhammadiyah 1 Solo berharap mampu membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, disiplin, dan berakhlak mulia sesuai nilai-nilai Islam. (*)
