32.6 C
Jakarta

SD Muhammadiyah 1 Solo Deklarasi Sekolah Anti-Perundungan

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – SD Muhammadiyah 1 Solo menegaskan komitmennya mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak dengan mendeklarasikan Sekolah Anti-Perundungan (Anti Bullying) dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Kamis (16/7/2026).

 

Deklarasi tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membangun karakter peserta didik sejak hari pertama masuk sekolah. Mengusung tema “Belajar Gembira Anti Bully”, kegiatan MPLS diikuti 112 murid baru kelas I yang diperkenalkan pada budaya positif, nilai-nilai saling menghargai, serta pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari perundungan.

 

Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo, Sri Sayekti, menegaskan bahwa MPLS bukan sekadar mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi menjadi fondasi pembentukan karakter anak.

 

“Sejak awal masuk sekolah, anak-anak perlu mendapatkan pemahaman bahwa sekolah adalah tempat yang aman, menggembirakan, mencerahkan, dan bebas dari segala bentuk perundungan. Setiap siswa harus tumbuh dengan rasa percaya diri, saling menghormati, dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

 

Menurut Sri Sayekti, selama MPLS para murid dikenalkan dengan berbagai aspek kehidupan sekolah, mulai dari program pendidikan, sarana dan prasarana, tata tertib, hingga budaya belajar yang diterapkan di SD Muhammadiyah 1 Solo yang berlokasi di Jalan Kartini Nomor 1 Ketelan.

 

Tak hanya itu, peserta didik juga diperkenalkan pada dimensi profil pembelajaran yang meliputi keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, serta kemampuan berkomunikasi.

 

Ia menegaskan bahwa pendidikan di sekolah tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan hidup yang dibutuhkan anak di masa depan.

 

“Pembelajaran di sekolah tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga membentuk anak-anak yang memiliki integritas, empati, dan keterampilan yang dibutuhkan di abad ke-21,” tambahnya.

 

Dalam rangkaian MPLS, para murid juga mengikuti pembiasaan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH), meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur lebih awal. Program ini menjadi bagian dari pembentukan karakter disiplin dan pola hidup sehat sejak usia dini.

 

Sebagai Sekolah Model Pembelajaran Mendalam, SD Muhammadiyah 1 Solo berharap deklarasi Sekolah Anti-Perundungan menjadi komitmen bersama seluruh warga sekolah untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, aman, dan penuh kasih sayang.

 

“Kami ingin menghadirkan sekolah yang membuat anak merasa dihargai, diterima, dan bahagia dalam belajar. Tidak ada tempat bagi bullying di sekolah kami,” tegas Sri Sayekti.

 

Melalui deklarasi ini, SD Muhammadiyah 1 Solo menegaskan bahwa pendidikan karakter harus dimulai sejak hari pertama anak memasuki sekolah. Dengan membangun budaya saling menghormati, peduli, dan menghargai perbedaan, sekolah berharap dapat melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia, berempati, dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi semua. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!