YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Agenda perdana KucingMU, komunitas pecinta kucing Muhammadiyah, sukses dan viral, usai digelar beberapa waktu lalu. Para pegiat KucingMu siap memperluas gerakan animal welfare ini secara lebih luas terutama di kalangan kader Muhammadiyah.
Hal ini disampaikan salah satu penggagas KucingMu, Afghan Azka Falah, yang juga Ketua Bidang Kesehatan DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) DIY, Kamis (16/7/2026). Upaya serius ini ditempuh melalui rencana pertemuan dengan para pimpinan ormas berkemajuan tersebut.
“Tim KucingMu dan Jaringan Dokter Hewan Muhammadiyah akan menggelar audiensi dengan sejumlah Ketua PP Muhammadiyah di Yogyakarta, pekan depan,” ujarnya.
Pertemuan tersebut untuk menyampaikan antuasiasme dari gelaran perdana KucingMu di gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Ahad (5/7/2026) lalu.

Saat itu ada 60 ekor kucing alias anabul mendapat layanan general check-up dan konsultasi hingga pemberian obat cacing, obat kutu, dan suplemen kesehatan secara cuma-cuma. Pemeriksaan kesehatan kucing tersebut digelar sebagai peringatan Hari Zoonosis Sedunia.
Agenda tersebut sekaligus untuk mengampanyekan pendekatan One Health, yakni konsep yang menekankan keterkaitan kesehatan antara manusia, hewan, dan lingkungannya.
Uniknya, di ajang ini kucing-kucing kader Muhammadiyah menerima kalung keanggotaan KucingMU. Afghan menjelaskan, program itu merupakan gagasan dari para kader Muhammadiyah untuk membuat gerakan peduli dan kampanye tentang animal welfare atau kesejahteraan hewan.
“Setelah satu abad lebih, sudah saatnya Muhammadiyah memperhatikan derajat kesejahteraan dan kesehatan hewan peliharaan, khususnya kucing. Ini adalah langkah awal dari sebuah pendataan warga Muhammadiyah yang mempunyai kucing,” katanya.
Menurutnya, program ini disambut antusias kader Muhammadiyah. Sebanyak 100 pemilik kucing mengisi formulir pendaftaran. Padahal tiap pemilik tidak hanya punya satu kucing, sehingga tercatat 160 ekor kucing siap mengikuti kegiatan perdana KucingMu.
Namun panitia membatasi kapasitas pemeriksaan maksimal 100 kucing. Pada hari H, ada 60 ekor menjalani pemeriksaan oleh tiga dokter hewan, mahasiswa kedokteran hewan, dan teknologi veteriner UGM, serta para kader IMM.

Dengan antusiasme itu, serta viralnya konten KucingMu di media sosial, Afghan yakin gerakan animal welfare KucingMu bakal bergaung luas. Makanya ia tak ragu untuk membawa gerakan itu ke pimpinan Muhammadiyah supaya “jalan dakwah” tersebut makin kuat dan kian luas jangkauannya.
“Pertamuan ini untuk memperkuat gerakan KucingMu dan Gerakan Kesehatan Hewan di Muhammadiyah,” ujarnya.
Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) DIY Ananto Isworo pun menyambut baik terbentuknya KucingMU. Komunitas pencinta kucing Muhammadiyah juga telah menjadi bagian dari LDK DIY selain komunitas-komunitas lain di Muhammadiyah.
“Dalam agama Islam, manusia itu menadi khalifah atau pemimpin di muka bumi, sehingga kesejahteraan hewan bahkan tanaman menjadi tanggungjawab bagi manusia. Maka kami juga mengurusi lingkungan dan sekarang memberikan kesejahteraan pada satwa, terutama kucing,” papar penerima penghargaan Kalpataru 2026 ini.
