SOLO, MENARA62.COM – Rektor Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum (IIM) Surakarta, Dr. Edy Muslimin, S.Ag., M.S.I., mengajak umat Islam menjadikan tiga nasihat Rasulullah ﷺ sebagai pedoman dalam membangun ketakwaan yang utuh, baik dalam hubungan dengan Allah maupun sesama manusia.
Pesan tersebut disampaikan saat menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Syuhada Gajahan, Surakarta, Jumat (17/7/2026). Dalam khutbahnya, Edy Muslimin menegaskan bahwa ketakwaan bukan hanya diwujudkan melalui ibadah ritual, tetapi juga tercermin dalam perilaku sehari-hari dan akhlak kepada sesama.
“Takwa berarti menjaga diri dari segala hal yang dapat mengundang murka Allah. Sikap ini harus hadir di mana pun kita berada, baik saat bersama orang lain maupun ketika sendirian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Rasulullah ﷺ memberikan tiga nasihat utama yang relevan sepanjang zaman. Pertama, bertakwalah kepada Allah di mana pun berada. Menurutnya, ketakwaan menuntut kehati-hatian dalam setiap ucapan dan perbuatan, layaknya seseorang yang berjalan di jalan penuh duri sehingga selalu waspada agar tidak terluka.
Edy Muslimin mengingatkan bahwa menjaga ketakwaan saat berada di tengah masyarakat relatif lebih mudah karena adanya kontrol sosial. Sebaliknya, ketika sendiri, seseorang lebih rentan terhadap godaan.
“Yang harus selalu diingat adalah Allah SWT senantiasa melihat setiap amal dan perbuatan manusia. Tidak ada satu pun yang luput dari pengawasan-Nya,” katanya.
Nasihat kedua, lanjutnya, adalah segera mengiringi setiap kesalahan dengan amal kebaikan. Sebagai manusia, setiap orang tidak luput dari kekhilafan. Namun, Islam mengajarkan agar kesalahan segera ditebus dengan taubat yang sungguh-sungguh dan memperbanyak amal saleh.
Ia mengutip makna sabda Rasulullah ﷺ yang mengibaratkan sedekah seperti air yang mampu memadamkan api. Analogi tersebut menunjukkan bahwa amal kebaikan dapat menjadi jalan untuk menghapus dosa sekaligus membersihkan hati.
“Jangan biarkan kesalahan berlarut-larut. Segera bertobat dan perbanyak amal baik agar Allah memberikan ampunan,” pesannya.
Nasihat ketiga adalah menjaga akhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat. Menurut Edy Muslimin, kualitas iman seseorang tidak hanya diukur dari ibadahnya, tetapi juga dari bagaimana ia memperlakukan orang lain, terutama tetangga.
Ia mengingatkan bahwa Rasulullah ﷺ menegaskan seseorang belum sempurna imannya apabila tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya. Karena itu, menjaga keharmonisan lingkungan, menghormati sesama, dan menghindari perbuatan yang menyakiti orang lain merupakan bagian penting dari implementasi iman.
Selain itu, Edy Muslimin juga mengingatkan bahwa godaan setan datang dari berbagai arah sehingga umat Islam harus senantiasa memperkuat keimanan, meningkatkan kewaspadaan, dan memperbanyak doa agar tetap berada di jalan yang diridhai Allah SWT.
Menurutnya, tiga nasihat Rasulullah ﷺ tersebut merupakan pedoman praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ketakwaan kepada Allah, kesungguhan memperbaiki kesalahan melalui taubat dan amal saleh, serta akhlak mulia kepada sesama menjadi fondasi terbentuknya pribadi muslim yang utuh.
“Jika ketiga nasihat Rasulullah ini diamalkan secara konsisten, insyaallah kita akan menjadi pribadi yang bertakwa, mampu menjaga diri dari godaan setan, serta memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” tutupnya. (*)


