28.6 C
Jakarta

570 Siswa SD Muh PK Banyudono Cabut Paku di Pohon

Baca Juga:

BOYOLALI, MENARA62.COM – Penutupan Forum Ta’aruf Siswa Baru (FORTASIB) SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono berlangsung berbeda dari biasanya. Sebanyak 570 siswa bersama guru turun langsung menggelar aksi peduli lingkungan dengan memungut sampah dan mencabut paku yang menancap di batang pohon di sepanjang ruas Jalan Perum Aru-Aru hingga Bendan, Banyudono, Jumat (17/7/2026).

 

Kegiatan yang melibatkan siswa kelas 1 hingga kelas 6 tersebut menjadi penutup rangkaian FORTASIB 2026 sekaligus sarana pendidikan karakter melalui aksi nyata di lingkungan masyarakat.

 

Berbekal kantong plastik, para siswa memungut sampah yang berserakan di sepanjang jalan. Sementara siswa kelas atas, didampingi guru, melakukan aksi mencabut paku yang tertancap di batang-batang pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

 

Semangat para siswa tampak saat mengikuti kegiatan tersebut. Albi dan Gibran, siswa kelas 4B, mengaku prihatin melihat banyak pohon yang dipaku.

 

“Kasihan pohonnya dipaku, ayo diambil,” ujar keduanya sambil membantu mencabut paku dari batang pohon.

 

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SD Muhammadiyah PK Banyudono, Putri Endriastuti, mengatakan penutupan FORTASIB sengaja dikemas dalam bentuk aksi sosial dan lingkungan agar siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna.

 

“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan karakter peduli lingkungan, gotong royong, dan rasa tanggung jawab kepada seluruh siswa. Belajar tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga melalui aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Menurut Putri, kegiatan tersebut sekaligus mengenalkan kepada peserta didik bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dibiasakan sejak usia dini.

 

Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, mengapresiasi antusiasme seluruh siswa dan guru yang terlibat dalam aksi tersebut. Ia menegaskan, FORTASIB tidak hanya menjadi ajang perkenalan bagi siswa baru, tetapi juga momentum membangun karakter positif.

 

“FORTASIB bukan sekadar ajang perkenalan bagi siswa baru, tetapi juga momentum membentuk karakter. Aksi memungut sampah dan mencabut paku di pohon mengajarkan kepedulian terhadap alam, karena menjaga lingkungan merupakan bagian dari akhlak seorang muslim. Kami berharap kebiasaan baik ini terus dibawa oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

 

Ia menambahkan, pendidikan karakter akan lebih efektif apabila diwujudkan melalui pengalaman langsung yang melibatkan peserta didik dalam kegiatan nyata di tengah masyarakat.

 

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama dan refleksi singkat. Aksi memungut sampah serta mencabut paku di pohon menjadi penutup FORTASIB 2026 yang tidak hanya meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa, tetapi juga mempertegas komitmen SD Muhammadiyah PK Banyudono dalam mencetak generasi yang saleh, berkarakter, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!