SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali mengukir prestasi di kancah internasional. Program Studi Magister (S2) Pendidikan Agama Islam (PAI) UMS berhasil meraih penghargaan Top Curriculum Innovation in PAI Study Program dalam ajang Annual International Conference on Islamic Religious Education (AICIRE) 2026 yang berlangsung di Bandung, 14–16 Juli 2026.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas keberhasilan Prodi S2 PAI UMS dalam mengembangkan kurikulum inovatif yang mampu menjawab tantangan pendidikan Islam di era global dengan memadukan nilai-nilai keislaman, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.
AICIRE 2026 mengangkat tema “Transforming Islamic Religious Education for National Quality and Global Competitiveness”. Forum internasional ini mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, serta pengelola program studi Pendidikan Agama Islam dari berbagai negara untuk membahas strategi peningkatan mutu pendidikan Islam yang berdaya saing global.
Dalam forum tersebut, Prodi S2 PAI UMS menerima Certificate of Appreciation Nomor PPPAII/SERT/AICIRE/VII/2026/002 sebagai Top Curriculum Innovation in PAI Study Program. Penghargaan diserahkan oleh Ketua Perkumpulan Program Studi Pendidikan Agama Islam Indonesia (PPPAII), Prof. Dr. Eva Latipah, M.Si.
Ketua Program Studi S2 Pendidikan Agama Islam UMS, Dr. Muh. Nur Rochim Maksum, S.Pd.I., M.Pd.I., mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil komitmen seluruh civitas academica dalam menghadirkan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam sebagai fondasi utama.
“Penghargaan ini menjadi pengakuan bahwa inovasi kurikulum yang kami kembangkan memiliki relevansi dengan kebutuhan pendidikan Islam di tingkat global. Bagi kami, kurikulum bukan hanya dokumen akademik, tetapi menjadi instrumen strategis untuk melahirkan lulusan yang memiliki kedalaman keilmuan, karakter keislaman, kemampuan riset, serta kesiapan menghadapi tantangan masyarakat yang terus berubah,” ujarnya, Sabtu (18/7/2026).
Rochim menjelaskan, pengembangan kurikulum dilakukan secara berkelanjutan melalui evaluasi berkala serta melibatkan para pakar, pemangku kepentingan, alumni, dan jejaring akademik internasional. Langkah tersebut memastikan materi pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan dunia pendidikan.
Menurutnya, internasionalisasi kurikulum menjadi strategi penting untuk meningkatkan mutu lulusan sekaligus memperkuat posisi pendidikan Islam Indonesia di tingkat global.
“Kami ingin memastikan bahwa lulusan Prodi S2 PAI UMS tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi pendidik, peneliti, dan pemimpin yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Islam di Indonesia maupun dunia. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi, memperkuat kolaborasi internasional, serta menghasilkan karya-karya akademik yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” tambahnya.
Keikutsertaan UMS dalam AICIRE 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkenalkan praktik baik pengembangan pendidikan Islam Indonesia kepada komunitas akademik dunia.
Melalui forum tersebut, para peserta saling bertukar gagasan mengenai transformasi pendidikan Islam yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan. Capaian ini semakin mempertegas komitmen UMS dalam menghadirkan inovasi akademik yang berdampak sekaligus memperkuat daya saing pendidikan Islam Indonesia di tingkat global.
Dengan penghargaan ini, Prodi S2 PAI UMS diharapkan terus menjadi pelopor pengembangan kurikulum yang adaptif, menghasilkan lulusan berdaya saing internasional, serta berkontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Islam di masa depan. (*)

