SOLO, MENARA62.COM – Puncak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah dan Masa Pengenalan Kelas Baru (MPKB) SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo berlangsung meriah di Lapang Palereman, Taman Balekambang, Sabtu (18/7/2026). Sebanyak 480 murid mengikuti beragam kegiatan edukatif dan rekreatif, mulai dari pelepasan burung perkutut, sedekah pohon, hingga olahraga bersama.
Mengusung tema “Cozy School, Fun Class, Proud to Learn”, kegiatan tersebut menjadi penutup rangkaian MPLS dan MPKB sekaligus menegaskan komitmen sekolah menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, menyenangkan, dan ramah anak.
Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin murid kelas VI, Mauro Maharajasa Ksatriatama. Selanjutnya, Kepala SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Nursalam, mengajak seluruh murid menjadikan tahun ajaran baru sebagai awal untuk membangun karakter dan semangat belajar.
“Hari ini menjadi penutup rangkaian MPLS dan MPKB. Namun, yang lebih penting, hari ini menjadi awal semangat baru bagi anak-anak untuk belajar, bertumbuh, dan berprestasi pada Tahun Ajaran 2026/2027,” ujarnya.
Suasana semakin semarak ketika perwakilan murid kelas I hingga VI melepaskan burung perkutut sebagai simbol kebebasan, harapan, dan semangat menyongsong perjalanan belajar yang baru. Prosesi tersebut semakin meriah dengan iringan permainan tradisional otok-otok dan gelembung sabun yang memenuhi area kegiatan.
Selain menghadirkan suasana penuh keceriaan, sekolah juga menanamkan pendidikan karakter melalui sosialisasi Tujuh Kebiasaan Anak Hebat yang disampaikan bersama Duta Sahabat Sekolah Dasar. Para murid diajak membiasakan sikap disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan saling menghormati sejak dini.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, seluruh murid mengikuti aksi Sedekah Pohon dengan menanam berbagai bibit tanaman, seperti mangga, kelengkeng, sawo, nangka, rambutan, dan alpukat di kawasan Taman Balekambang.
Aksi tersebut menjadi simbol harapan agar setiap murid mampu tumbuh, berkembang, dan memberi manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.
Keceriaan berlanjut melalui Senam Anak Indonesia Hebat yang diikuti seluruh murid bersama para guru. Setelah senam, lapangan taman berubah menjadi ruang bermain terbuka. Anak-anak bebas menikmati berbagai aktivitas olahraga, seperti sepak bola, bulu tangkis, sepatu roda, hingga lompat tali menggunakan perlengkapan yang mereka bawa dari rumah.
Koordinator Tim Kelas I SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Esti Ambarwati, mengatakan konsep pembelajaran luar ruang dipilih untuk membantu proses adaptasi murid baru berlangsung lebih menyenangkan.
“Melalui kegiatan di alam terbuka, anak-anak tidak hanya merasa nyaman memasuki lingkungan sekolah, tetapi juga belajar berinteraksi, bekerja sama, dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi swafoto bersama orang tua di area photo booth yang disiapkan panitia. Momen tersebut menjadi kenangan istimewa bagi murid dan keluarga dalam mengawali tahun ajaran baru.
Salah seorang murid kelas I, Garuda Satya Hang Nagari, mengaku paling berkesan saat mengikuti pelepasan burung perkutut.
“Awalnya terasa geli saat memegang burungnya, tetapi lama-lama saya berani. Semoga burung yang dilepas bisa hidup dengan baik di alam,” katanya.
Melalui konsep MPLS Ramah dan MPKB yang dipadukan dengan edukasi lingkungan, penguatan karakter, serta aktivitas bermain, SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo berharap peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan sejak hari pertama sekolah. Sekolah juga ingin menanamkan nilai kepedulian terhadap sesama, cinta lingkungan, dan semangat belajar sebagai bekal menghadapi Tahun Ajaran 2026/2027. (*)

