31.3 C
Jakarta

KOPDAR SUMU DKI Jakarta Perkuat Ekosistem Usaha Muhammadiyah

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta, Lembaga Pengembang UMKM PWM DKI Jakarta, dan Lembaga Pengembang UMKM Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan menggelar KOPDAR SUMU DKI Jakarta 2026 pada Sabtu, 8 Agustus 2026, di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah DKI Jakarta.

 

Mengusung tema “Ekosistem Usaha Berkemajuan: Mewujudkan Industrialisasi Indonesia“, kegiatan ini menjadi forum strategis bagi pelaku usaha, UMKM, profesional, dan warga Muhammadiyah di Jakarta serta Bodetabek untuk memperkuat jejaring bisnis, membangun kolaborasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi umat yang berkelanjutan.

 

Ketua LP-UMKM PWM DKI Jakarta sekaligus Koordinator Wilayah SUMU DKI Jakarta, Nosri Sahibi, S.E., mengatakan KOPDAR SUMU tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah membangun ekosistem usaha yang saling menguatkan.

 

Muhammadiyah memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Melalui Kopdar SUMU, kami ingin menghadirkan ruang yang mempertemukan para pelaku usaha untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan melahirkan kolaborasi yang berdampak bagi kemajuan ekonomi umat serta pembangunan bangsa,” ujarnya.

 

Menurut Nosri, kolaborasi antarpengusaha menjadi kunci untuk memperkuat daya saing UMKM sekaligus menciptakan peluang bisnis baru yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

 

Senada dengan itu, Wakil Bendahara PWM DKI Jakarta sekaligus Koordinator Bidang LP-UMKM, Ramilan, S.E., M.M., menilai penguatan ekonomi Muhammadiyah harus dibangun melalui sinergi yang kokoh di antara para pelaku usaha.

 

“Ekosistem bisnis yang kuat dibangun melalui kepercayaan dan kolaborasi. Karena itu, kami mendorong agar para pengusaha Muhammadiyah tidak berjalan sendiri, melainkan saling membuka peluang kemitraan sehingga mampu naik kelas bersama,” katanya.

 

Ketua PWM DKI Jakarta, Dr. Akhmad H. Abubakar, S.E., M.M., menegaskan bahwa Muhammadiyah terus berkomitmen memperkuat kemandirian ekonomi sebagai bagian dari dakwah berkemajuan.

 

“Industrialisasi Indonesia memerlukan pelaku usaha yang memiliki integritas, inovasi, dan semangat gotong royong. Muhammadiyah siap menjadi bagian dari upaya tersebut dengan membangun ekosistem usaha yang profesional, produktif, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Ketua LP-UMKM PP Muhammadiyah, apt. Toni Firmansyah, S.Farm., menilai UMKM harus bergerak menuju transformasi industri agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

 

“Saat ini UMKM tidak cukup hanya bertahan, tetapi harus mampu bertumbuh, berinovasi, memanfaatkan teknologi, dan masuk ke rantai nilai industri. SUMU hadir sebagai wadah yang menghubungkan potensi-potensi tersebut agar mampu berkembang secara berkelanjutan,” jelasnya.

 

Sekretaris Jenderal SUMU sekaligus Wakil Ketua LP-UMKM PP Muhammadiyah, Ghufron Mustaqim, M.P.A., menyebut KOPDAR SUMU menjadi momentum penting memperluas jejaring bisnis lintas daerah.

 

“Kami ingin membangun gerakan ekonomi yang saling menghidupkan. Ketika pengusaha Muhammadiyah saling terhubung, saling membeli, saling memasarkan, dan saling mengembangkan usaha, maka akan lahir ekosistem bisnis yang kokoh dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional,” tuturnya.

 

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga akan memperoleh materi dari Apik Syamsul Rijal, S.Sos., C.PS., C.Ctr., C.PSE, Branding & Marketing Expert sekaligus CEO Komunet Indonesia. Ia akan membahas strategi membangun merek dan pemasaran digital agar pelaku usaha mampu bersaing di tengah kompetisi yang semakin ketat.

 

Selain sesi seminar, panitia juga menyiapkan agenda business matching dan networking untuk membuka peluang kemitraan antarpengusaha Muhammadiyah. Forum ini diharapkan menjadi ruang lahirnya kolaborasi bisnis yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ekosistem usaha Muhammadiyah.

 

Pendaftaran KOPDAR SUMU DKI Jakarta 2026 telah dibuka dengan kuota terbatas. Panitia menyediakan tarif Early Bird Rp60.000 untuk 30 pendaftar pertama, sedangkan biaya registrasi reguler sebesar Rp80.000.

 

Melalui KOPDAR SUMU DKI Jakarta 2026, Muhammadiyah berharap semakin banyak kolaborasi usaha yang lahir untuk meningkatkan daya saing UMKM, mendukung industrialisasi nasional, serta mewujudkan ekonomi berkemajuan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!