SOLO, MENARA62.COM – Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta https://www.ums.ac.id/ (UMS) memperkuat kualitas pembelajaran melalui Review dan Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyusun kurikulum baru yang lebih adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja.
Forum yang digelar pada Kamis (16/7/2026) itu menghadirkan Guru Besar Bidang Kurikulum Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Prof. Dr. Anas Ahmadi, M.Pd., sebagai narasumber utama. Kehadirannya memberikan masukan terkait penyusunan kurikulum berbasis kompetensi lulusan dan tuntutan profesi di era modern.
Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., menegaskan bahwa pembaruan kurikulum merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas lulusan agar mampu menjawab tantangan zaman.
“Revitalisasi kurikulum ini sangat penting untuk menyesuaikan permintaan mahasiswa dalam perkembangan lulusan di dunia kerja di era modern ini,” ujarnya, Sabtu (18/7/2026).
Menurut Anam, perguruan tinggi harus terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan kurikulum agar proses pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Prof. Anas Ahmadi menekankan bahwa setiap perubahan kurikulum harus berorientasi pada dampak nyata bagi lulusan ketika memasuki dunia kerja.
“Penyesuaian kurikulum ini harapannya dapat berdampak bagi lulusan,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menyusun struktur kurikulum yang seimbang sehingga setiap mata kuliah saling melengkapi dalam membentuk kompetensi mahasiswa.
“Dalam penyusunan kurikulum ini hendaknya selalu memperhatikan keseimbangan dalam menyesuaikan tiap-tiap mata kuliah yang akan ditawarkan kepada mahasiswa sebagai bekal mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja yang nyata,” jelasnya.
Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan FKIP UMS, di antaranya Wakil Dekan I FKIP UMS Dr. Miftakhul Huda, M.Pd., Kepala Bidang Pengembangan Kurikulum dan Inovasi Pembelajaran UMS Dr. Laili Etika Rahmawati, M.Pd., guru besar PBSI UMS Prof. Dr. Ali Imron Al-Ma’ruf, M.Hum. dan Prof. Dr. Markhamah, M.Hum., serta jajaran pimpinan Program Studi PBSI bersama seluruh dosen.
Tidak hanya melibatkan unsur internal kampus, forum juga menghadirkan berbagai pemangku kepentingan eksternal, mulai dari Dinas Pendidikan Kota Surakarta, kepala sekolah, perguruan tinggi mitra, media massa, alumni, hingga mahasiswa aktif. Pelibatan berbagai pihak ini bertujuan memastikan kurikulum yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna lulusan.
Selama diskusi, peserta memberikan berbagai masukan mengenai penguatan capaian pembelajaran lulusan, penyelarasan mata kuliah dengan kebutuhan sekolah dan industri, integrasi teknologi digital serta kecerdasan artifisial (AI) dalam pembelajaran, hingga pengembangan kompetensi abad ke-21 bagi calon pendidik dan praktisi bahasa.
Ketua Program Studi PBSI FKIP UMS bersama tim kurikulum menegaskan bahwa hasil FGD akan menjadi dasar penyempurnaan kurikulum yang akan diterapkan pada Tahun Akademik 2026/2027.
Melalui penyusunan kurikulum berbasis kebutuhan pemangku kepentingan, PBSI FKIP UMS berharap mampu melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap berkarier di bidang pendidikan, industri kreatif, media, maupun berbagai sektor profesional lainnya. (*)
