31.2 C
Jakarta

KOPDAR SUMU Jabar Perkuat Jejaring Pengusaha Muhammadiyah

Baca Juga:

BANDUNG, MENARA62.COM – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) terus memperkuat kemandirian ekonomi umat melalui pengembangan jejaring bisnis. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menggelar KOPDAR SUMU Jawa Barat 2026 yang akan berlangsung pada Ahad, 9 Agustus 2026, di Hall Evermos Center, Dago, Bandung.

 

Mengusung tema “Ekosistem Usaha Berkemajuan: Mewujudkan Industrialisasi Indonesia“, kegiatan ini menjadi wadah konsolidasi sekaligus kolaborasi bagi ¹pelaku usaha Muhammadiyah untuk membangun ekosistem bisnis yang lebih kuat, adaptif, dan berdaya saing.

 

Kegiatan tersebut merupakan hasil sinergi Lembaga Pengembangan UMKM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat, Lembaga Pengembangan UMKM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dan Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU).

 

Forum ini akan mempertemukan pelaku UMKM, pengusaha, profesional, hingga kader Muhammadiyah dalam satu ruang kolaborasi guna memperkuat jaringan usaha di tengah persaingan ekonomi yang semakin dinamis.

 

Rangkaian acara meliputi konsolidasi ekosistem bisnis Muhammadiyah, pengenalan gerakan SUMU, serta sesi business matching dan networking yang diharapkan mampu melahirkan berbagai peluang kerja sama lintas sektor.

 

Ketua LP-UMKM PWM Jawa Barat sekaligus Koordinator Wilayah SUMU Jawa Barat, Ardi Fajar Gunawan, S.T., mengatakan Jawa Barat memiliki potensi besar untuk melahirkan pengusaha-pengusaha yang mampu menjadi penggerak ekonomi umat.

 

“KOPDAR SUMU Jawa Barat merupakan titik temu bagi para pelaku usaha untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, dan membangun kolaborasi. Kami ingin menciptakan budaya bisnis yang tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi tumbuh bersama dalam satu ekosistem yang saling mendukung,” ujarnya.

 

Sementara itu, Ketua LP-UMKM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Toni Firmansyah, S.Farm., Apt., menegaskan bahwa kolaborasi merupakan kekuatan utama Muhammadiyah dalam membangun ekonomi umat.

 

“Ketika para pelaku usaha saling terkoneksi, peluang berbagi pasar, transfer pengetahuan, hingga investasi akan semakin terbuka. Inilah fondasi yang diperlukan untuk membangun ekonomi umat yang lebih tangguh,” katanya.

 

Ketua PWM Jawa Barat, Prof. Dr. H. Ahmad Dahlan, M.Ag., menilai penguatan sektor ekonomi menjadi bagian penting dari misi dakwah Muhammadiyah dalam menghadirkan kemajuan bagi masyarakat.

 

Muhammadiyah tidak hanya berbicara mengenai pendidikan dan pelayanan sosial, tetapi juga tentang bagaimana membangun kemandirian ekonomi. Pengusaha yang kuat akan menjadi penopang lahirnya berbagai amal usaha yang semakin bermanfaat bagi umat dan bangsa,” ungkapnya.

 

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal SUMU, Ghufron Mustaqim, S.IP., M.P.A., menjelaskan bahwa tema industrialisasi yang diusung pada KOPDAR menjadi ajakan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan skala usahanya.

 

“Industrialisasi bukan hanya milik perusahaan besar. UMKM juga harus mampu membangun standar produksi, memperkuat rantai pasok, memanfaatkan teknologi, dan berkolaborasi agar memiliki daya saing yang lebih tinggi. SUMU hadir sebagai penghubung berbagai potensi tersebut,” jelasnya.

 

Koordinator Nasional Serikat Imers Muhammadiyah, Ilham Taufiq, S.Si., menambahkan bahwa transformasi digital menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan bisnis.

 

“Pengusaha Muhammadiyah perlu memanfaatkan teknologi sebagai akselerator pertumbuhan usaha. Dengan jejaring yang kuat dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan digital, kita dapat menciptakan bisnis yang lebih inovatif dan mampu bersaing hingga tingkat global,” tuturnya.

 

Melalui KOPDAR SUMU Jawa Barat 2026, Muhammadiyah berharap semakin banyak pelaku usaha bergabung dalam gerakan ekonomi berkemajuan. Forum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga diharapkan melahirkan kemitraan strategis, inovasi, dan kolaborasi bisnis yang mampu memperkuat ekosistem usaha Muhammadiyah sekaligus mendukung terwujudnya industrialisasi Indonesia yang inklusif, mandiri, dan berkeadilan.

 

Pendaftaran KOPDAR SUMU Jawa Barat 2026 telah dibuka dengan kuota terbatas. Panitia memberikan tarif Early Bird Rp60.000 bagi 30 peserta pertama, sedangkan biaya registrasi normal sebesar Rp75.000. Peserta dapat melakukan pendaftaran melalui nomor WhatsApp panitia 6285189897893. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!