BOYOLALI, MENARA62.COM – MI Muhammadiyah (MIM) Grinting Nogosari menggelar Awwalussanah dan Seminar Parenting Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara madrasah dan orang tua dalam membentuk generasi berkarakter, beriman, dan berprestasi.
Kegiatan yang berlangsung di Nogosari, Boyolali, Sabtu (25/7/2026), mengusung tema “Sinergi Bersama Madrasah–Orang Tua: Wujudkan Generasi Berkarakter, Beriman, dan Berprestasi.” Acara dihadiri wali murid, tokoh masyarakat, pengurus Muhammadiyah, komite madrasah, serta pemerintah desa sebagai bentuk komitmen bersama meningkatkan mutu pendidikan.
Kepala MI Muhammadiyah Grinting, Ika Rahmawati, memaparkan berbagai program unggulan yang akan dijalankan pada tahun ajaran baru. Ia berharap seluruh orang tua memberikan dukungan penuh agar proses pendidikan anak berjalan selaras antara lingkungan madrasah dan keluarga.
“Sinergi antara madrasah dan orang tua menjadi kunci keberhasilan dalam membentuk karakter dan prestasi peserta didik,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tegalgiri, Kasino, yang mengajak seluruh warga Muhammadiyah menjaga eksistensi madrasah sebagai pusat dakwah sekaligus lembaga pendidikan umat.
Senada dengan itu, Ketua Komite Madrasah, Sujarwo, menegaskan pentingnya kekompakan antara komite, wali murid, dan pihak madrasah untuk mendorong kemajuan MIM Grinting.
Dukungan juga datang dari Kepala Desa Tegalgiri, Ngateman. Ia mengapresiasi kontribusi MI Muhammadiyah Grinting dalam mencetak generasi berakhlak mulia dan berharap madrasah terus berkembang menjadi kebanggaan masyarakat.
Pendidikan Anak Tanggung Jawab Bersama
Sesi seminar parenting menghadirkan Ketua Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Boyolali sekaligus Mudir PonpesMu Manafiul Ulum Sambi, Pujiono, S.Si., M.M., sebagai narasumber.
Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, Pujiono mengawali materi dengan mengajak peserta menyanyikan lagu “Tanggung Jawab Bersama” sebagai simbol bahwa pendidikan anak tidak hanya menjadi tugas guru di sekolah.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat antara guru, orang tua, masyarakat, dan seluruh elemen bangsa.
“Pendidikan bukan hanya tugas guru di sekolah. Orang tua dan masyarakat harus turut hadir mendampingi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi saleh, cerdas, dan berakhlak mulia,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa anak merupakan investasi dunia dan akhirat. Karena itu, orang tua tidak perlu ragu mengalokasikan biaya terbaik untuk pendidikan putra-putrinya.
“Jangan pernah mengeluh mengeluarkan biaya pendidikan untuk anak. Setiap rupiah yang digunakan untuk mendidik anak adalah amal jariyah yang pahalanya terus mengalir,” ungkapnya.
Merawat Madrasah, Merawat Dakwah
Dalam kesempatan tersebut, Pujiono turut mengajak pengurus komite, warga Muhammadiyah, dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama memajukan madrasah sebagai bagian dari perjuangan dakwah.
“Merawat madrasah sama dengan merawat dakwah dan melanjutkan risalah Rasulullah SAW. Siapa pun yang berjuang membesarkan madrasah, insyaallah menjadi bagian dari perjuangan yang bernilai ibadah dan mengantarkan kepada kebaikan,” katanya.
Seminar parenting berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para wali murid. Peserta berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin sebagai ruang berbagi ilmu dan mempererat sinergi antara keluarga dan madrasah dalam mencetak generasi Islam yang unggul, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan zaman. (*)
