JAKARTA, MENARA62.COM – Program stimulus diskon tarif transportasi pada moda kereta api, kapal penyeberangan, serta kapal laut selama masa libur sekolah 2026 mencatat respons positif dari masyarakat. Hal tersebut terlihat dari tingginya tingkat pemanfaatan pada berbagai moda.
Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Farida Makhmudah mengatakan, respons tersebut memperkuat komitmen Kementerian Perhubungan dalam memberikan pelayanan transportasi yang aman, nyaman, serta terjangkau bagi masyarakat.
“Melalui kebijakan stimulus yang tepat sasaran serta sinergi erat dengan para pemangku kepentingan, Kemenhub akan terus berupaya meningkatkan aksesibilitas layanan transportasi,” ujar Farida, dalam kegiatan Media Session bertajuk Wrap-Up Stimulus Transportasi Masa Libur Sekolah: Mendorong Mobilitas, Mengerakkan Ekonomi, di Jakarta, Rabu (29/7).
Menurut Farida, program stimulus diskon tarif transportasi merupakan salah satu upaya pemerintah melalui Kemenhub, dalam meningkatkan aksesibilitas transportasi publik. “Didalam pelaksanaannya, program tersebut perlu didukung sinergi dari berbagai stakeholder antara lain operator transportasi, badan usaha, asosiasi, akademisi, juga lembaga terkait lainnya,” imbuhnya.
Pada sektor perkeretaapian, Manajer Humas PT. KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa program diskon tarif transportasi pada moda kereta api berjalan efektif dengan penyerapan kapasitas melebihi target dan penggunaan anggaran yang efisien.
“Terhitung pada masa libur sekolah 20 Juni-5 Juli 2026, pelanggan diskon berjumlah 1.303.191 dari total pelanggan libur sekolah 3.451.031. Adapun kapasitas diskon mencapai 110,95% dengan serapan anggaran Rp90,96 miliar atau 94,53%,” ucap Franoto.
Sementara itu, pada sektor penyeberangan, Group Head Bisnis Pelayaran Komersial PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Rizki Dwianda, mengatakan keberhasilan program ini mencerminkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan ASDP dalam memastikan kebijakan stimulus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Bagi ASDP, target dalam setiap pelaksanaan program stimulus pemerintah adalah tercapainya tingkat penyerapan hingga 100 persen, sehingga manfaat yang telah disiapkan pemerintah dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat luas. Selama periode program berlangsung, kami juga melihat rata-rata jumlah pengguna jasa meningkat lebih tinggi dibandingkan pola pada musim libur biasa. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan stimulus mampu mendorong mobilitas masyarakat melalui layanan penyeberangan yang semakin terjangkau,” ujar Rizki.
Ia menambahkan, tingginya antusiasme masyarakat juga terlihat dari banyaknya pertanyaan mengenai kapan kembali diberlakukan tarif diskon penyeberangan.
“Semakin terjangkau biaya transportasi, semakin besar pula peluang masyarakat untuk melakukan perjalanan. Karena itu, ASDP terus memastikan seluruh layanan berjalan dengan mengutamakan keselamatan, keandalan operasional, dan pelayanan prima agar setiap program stimulus pemerintah dapat terserap secara optimal, memperkuat konektivitas nasional, sekaligus memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” tambah Rizki.
ASDP mencatat, dari 8 lintas penyeberangan pada periode 20 Juni-5 Juli, realisasi subsidi berjumlah Rp22.203.770.280 dengan realisasi penerima manfaat berjumlah 1.125.711 penumpang.
Pada sektor laut, Corporate Communications Manager PT. Pelni Firdha Islamy mengatakan
bahwa PT. Pelni melayani diskon tarif untuk keberangkatan 20 Juni 2026-15 Agustus 2026.
“Per 29 Juli 2026 pagi, total penyerapan anggaran mencapai 98,84% atau Rp66.553.085.820, dengan realisasi penumpang berjumlah 674.444 orang,” jelasnya. (*)
