SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan penyandang disabilitas melalui penguatan keterampilan digital. Kali ini, Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) UMS membekali siswa SLB Anugerah Karanganyar dengan kemampuan fotografi produk sebagai bekal berwirausaha di era ekonomi digital.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program “Difabel Berwirausaha: Edukasi Kewirausahaan Digital Berbasis Pengalaman dengan Piktogram”, yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi siswa berkebutuhan khusus agar mampu memasarkan produk secara lebih menarik melalui platform digital dan marketplace.
Salah satu anggota Tim PKM-PM UMS, Fadhel Muhammad Jauhari, menjelaskan bahwa dokumentasi produk menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya tarik sebuah produk di pasar digital.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin mengenalkan kepada siswa bahwa sebuah produk bisa dijual di marketplace dengan foto kemasan yang menarik, sehingga calon customer tertarik untuk melihat dan membeli produk yang dijual. Dokumentasi foto produk menjadi media yang dapat dipelajari oleh siswa secara mandiri agar produk mereka dapat menarik calon customer di marketplace,” ujarnya, Jumat (31/7/2026).
Program tersebut dijalankan oleh tim yang terdiri atas Dwi Rahmawati sebagai ketua, bersama Fadhel Muhammad Jauhari, Keisya Zahfarina Dermawan, Aqila Hasna, dan Kama Setya Dwi Dzaka, di bawah bimbingan dosen Ika Candra Sayekti, S.Pd., M.Pd.
Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa menghadirkan pelatihan berbasis praktik sehingga peserta dapat langsung menggunakan telepon genggam maupun kamera digital untuk menghasilkan foto produk yang berkualitas.
Peserta diperkenalkan pada teknik dasar fotografi produk, mulai dari mengatur pencahayaan, menentukan sudut pengambilan gambar, hingga menata produk agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Pendekatan experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman diterapkan agar siswa memperoleh pengalaman langsung selama proses belajar.
“Melalui metode tersebut, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga menghasilkan foto produk yang siap dimanfaatkan sebagai media promosi,” jelas Fadhel.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi praktik. Dengan pendampingan mahasiswa UMS, para siswa belajar memanfaatkan pencahayaan alami, memilih latar belakang yang sederhana namun menarik, serta mengevaluasi hasil foto untuk mengetahui komposisi visual yang lebih efektif dalam menarik perhatian calon konsumen.
Dosen pembimbing Ika Candra Sayekti mengatakan bahwa penguatan keterampilan digital bagi penyandang disabilitas merupakan bagian dari komitmen UMS dalam mendukung pendidikan inklusif sekaligus memperluas peluang ekonomi bagi kelompok difabel.
Menurutnya, keterampilan fotografi produk menjadi bekal yang relevan dengan perkembangan dunia usaha berbasis teknologi sehingga dapat meningkatkan kemandirian siswa di masa depan.
“Melalui program PKM-PM ini, UMS tidak hanya menghadirkan inovasi dalam pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk menghasilkan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat,” kata Ika.
Ia berharap pendampingan yang diberikan mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan bagi siswa berkebutuhan khusus sehingga mereka semakin siap menghadapi tantangan dunia kerja dan kewirausahaan digital.
Pelatihan fotografi produk yang dilaksanakan pada Selasa (28/7/2026) tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi siswa SLB Anugerah Karanganyar untuk mengembangkan produk yang lebih kompetitif, meningkatkan daya saing di marketplace, serta mewujudkan kemandirian berwirausaha melalui pemanfaatan teknologi digital. (*)
