31.2 C
Jakarta

Mahasiswa Profesi Fisioterapi UMS Edukasi Lansia Cegah Osteoarthritis Lutut

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Mahasiswa Profesi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggelar penyuluhan kesehatan bertajuk “Lutut Sehat, Lansia Hebat” bagi peserta Program Lansia Puskesmas Kartasura. Kegiatan yang berlangsung di Puskesmas Kartasura, Sabtu (25/7/2025), itu menjadi bagian dari implementasi pembelajaran profesi di layanan kesehatan primer dengan fokus pada upaya promotif dan preventif untuk mencegah osteoarthritis (OA) lutut pada lansia.

 

Melalui program tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai osteoarthritis lutut sekaligus mengajak para lansia menerapkan latihan aktif guna menjaga fungsi gerak, mengurangi risiko penurunan mobilitas, serta meningkatkan kualitas hidup di usia lanjut.

 

PIC Mahasiswa Profesi Fisioterapi UMS wilayah Puskesmas Kartasura, Kurniawan Nur Syahputra, S.Kes., menjelaskan bahwa osteoarthritis lutut merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang paling sering dialami kelompok lanjut usia. Kondisi tersebut ditandai dengan nyeri, kekakuan sendi, pembengkakan ringan, hingga keterbatasan aktivitas sehari-hari.

 

“Melalui program penyuluhan bertema Lutut Sehat, Lansia Hebat, kami ingin meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan osteoarthritis. Nyeri lutut bukan berarti harus berhenti bergerak. Sebaliknya, aktivitas fisik yang tepat, terutama latihan penguatan otot paha, dapat menjaga stabilitas sendi, mengurangi nyeri, serta mempertahankan kemampuan fungsional lansia,” ujar Kurniawan.

 

Tak hanya memberikan penyuluhan, mahasiswa juga melakukan skrining nyeri lutut dan pemeriksaan kemampuan fungsional menggunakan metode 5 Times Sit to Stand Test (5xSTS). Pemeriksaan sederhana tersebut bertujuan menilai kekuatan otot tungkai bawah, keseimbangan, serta mobilitas peserta sebagai langkah deteksi dini terhadap penurunan fungsi gerak.

 

“Hasil pemeriksaan menjadi dasar dalam memberikan edukasi dan rekomendasi latihan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing lansia sehingga intervensi yang diberikan lebih tepat sasaran,” jelasnya.

 

Sebagai bentuk keberlanjutan program, setiap peserta memperoleh kartu monitoring latihan harian dan lembar edukasi yang berisi informasi tentang osteoarthritis lutut serta panduan latihan penguatan otot paha. Media tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan lansia dalam berlatih secara mandiri di rumah.

 

Selama sesi diskusi, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai penyebab, faktor risiko, tanda dan gejala osteoarthritis lutut, hingga berbagai penanganan nonfarmakologis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan dikaitkan dengan aktivitas harian sehingga mudah dipahami.

 

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para lansia aktif berdiskusi dan mengikuti praktik latihan, menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menjaga kesehatan apabila memperoleh edukasi yang komunikatif dan aplikatif.

 

Kurniawan berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kesadaran lansia untuk menjaga kesehatan sendi sejak dini melalui latihan rutin, bukan hanya mengandalkan pengobatan.

 

“Melalui kegiatan Lutut Sehat, Lansia Hebat, kami ingin meningkatkan kesadaran lansia bahwa menjaga kesehatan sendi tidak cukup hanya dengan pengobatan, tetapi juga melalui edukasi dan latihan aktif yang dilakukan secara rutin. Kegiatan ini menjadi implementasi kompetensi mahasiswa Profesi Fisioterapi UMS sekaligus memperkuat kolaborasi dengan Puskesmas Kartasura dalam mendukung upaya promotif dan preventif agar lansia tetap mandiri, aktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!