SOLO, MENARA62.COM – Mahasiswa Profesi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggelar edukasi kesehatan postur tubuh sekaligus skrining skoliosis dan Forward Head Posture (FHP) bagi remaja di lima Posyandu Remaja di Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran remaja menjaga kesehatan sistem gerak sejak usia dini.
Mengusung tema “Edukasi Kesehatan Postur Tubuh, Forward Head Posture (FHP), dan Skoliosis pada Remaja”, program dilaksanakan di Posyandu Remaja Lorok, Tambakboyo, Pojok, Kateguhan, dan Kedungjambal.
Ketua Kelompok Mahasiswa Profesi Fisioterapi UMS, Reza Ghani Abdul Azis, S.Kes., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilatarbelakangi meningkatnya penggunaan gawai serta kebiasaan belajar dalam posisi duduk dalam waktu lama yang berpotensi memengaruhi postur tubuh remaja.
“Pentingnya menjaga postur tubuh yang benar saat duduk, berdiri, belajar, menggunakan gadget, maupun melakukan aktivitas sehari-hari,” ujarnya, Senin (3/8/2026).
Selain penyuluhan mengenai postur tubuh yang baik, peserta juga mengikuti pemeriksaan postur secara langsung menggunakan dua perangkat pemeriksaan modern, yakni digital scoliometer dan Web Angle Visio.
Reza menjelaskan, digital scoliometer digunakan untuk mendeteksi kemungkinan rotasi batang tubuh yang menjadi salah satu indikator skoliosis. Sementara itu, pemeriksaan Forward Head Posture dilakukan menggunakan Web Angle Visio untuk mengetahui derajat perubahan posisi kepala dan leher.
“Skrining skoliosis dilakukan menggunakan digital scoliometer untuk mengukur kemungkinan adanya rotasi batang tubuh, sedangkan pemeriksaan Forward Head Posture dilakukan menggunakan Web Angle Visio guna mengetahui derajat perubahan posisi kepala dan leher,” jelasnya.
Bidan Desa Kedungjambal, Tri Rahayu, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi dan skrining postur penting dilakukan agar remaja dapat mengenali kondisi tubuhnya sejak dini serta melakukan langkah pencegahan apabila ditemukan gangguan postur.
“Kegiatan ini sangat penting agar remaja memahami postur tubuh yang normal. Kolaborasi dengan mahasiswa Profesi Fisioterapi UMS juga sangat baik karena materi yang disampaikan mudah dipahami oleh peserta,” tuturnya.
Apresiasi juga datang dari Rina Witanti, salah seorang peserta yang mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai skoliosis dan Forward Head Posture.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan karena memberikan manfaat besar bagi remaja dalam menjaga kesehatan postur tubuh.
“Materi mengenai skoliosis dan Forward Head Posture sangat bermanfaat bagi remaja. Harapannya kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan karena memberikan pengetahuan yang sangat berguna bagi mereka,” katanya.
Melalui program ini, Mahasiswa Profesi Fisioterapi UMS berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, dan Posyandu Remaja dapat terus diperkuat. Sinergi tersebut dinilai penting untuk membangun generasi muda yang lebih peduli terhadap kesehatan sistem gerak, sekaligus mendorong deteksi dini gangguan postur agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. (*)
