27.8 C
Jakarta

Prof Ali Imron: Pengajian Adalah Ruh Muhammadiyah

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Laweyan kembali menggelar Pengajian Hari Bermuhammadiyah yang diikuti seluruh pimpinan ranting Muhammadiyah se-Laweyan di Graha UMS, Ahad (19/7/2026). Kegiatan rutin ini menjadi momentum mempererat silaturahmi warga Muhammadiyah sekaligus memperkuat komitmen memajukan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di wilayah Laweyan.

 

Sebelum pengajian dimulai, suasana semakin semarak dengan penampilan Drum Band dan atraksi Tapak Suci dari murid SD Muhammadiyah 11 Surakarta. Penampilan tersebut mendapat apresiasi meriah dari ratusan peserta yang memadati lokasi acara.

 

Pengajian menghadirkan penceramah Prof. Dr. Ali Imron Al-Ma’ruf, M.Hum., Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA), yang menyampaikan pentingnya memperkuat ruh gerakan Muhammadiyah melalui pengajian sebagai fondasi dakwah dan pembinaan umat.

 

Perwakilan PCM Laweyan, Ngatono, mengatakan Pengajian Hari Bermuhammadiyah merupakan agenda rutin yang bertujuan mempererat ukhuwah antarwarga Muhammadiyah sekaligus menjadi media untuk memotivasi seluruh AUM agar terus berkembang dan mampu bersaing.

 

“Kegiatan ini kami laksanakan secara rutin untuk menjalin silaturahmi antarwarga Muhammadiyah di PCM Laweyan sekaligus mendorong seluruh amal usaha Muhammadiyah agar terus tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

 

Menurut Ngatono, berbagai AUM di bawah PCM Laweyan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Salah satunya SD Muhammadiyah 11 Surakarta yang terus menorehkan prestasi melalui kegiatan ekstrakurikuler, mulai dari drum band, Tapak Suci, program bilingual, penguatan bahasa Inggris, teknologi informasi, hingga berbagai cabang olahraga.

 

“Ini menunjukkan bahwa AUM di Laweyan semakin diminati masyarakat karena terus meningkatkan kualitas pendidikan dan prestasinya,” katanya.

 

Ia juga mengungkapkan perkembangan positif Mahad Tahfidzul Quran Muhammadiyah Surakarta yang baru berdiri sekitar dua tahun. Pada tahun ajaran ini, jumlah santri telah mencapai sekitar 50 orang dengan jenjang pendidikan yang terintegrasi dari SMP, SMA hingga perguruan tinggi.

 

“Alhamdulillah sudah ada santri yang mampu menghafal 13 juz Al-Qur’an. Kami mengintegrasikan pendidikan agama dengan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga lulusan mampu bersaing di berbagai bidang,” jelasnya.

 

Selain itu, Ngatono menyebut sejumlah AUM lain seperti SD Muhammadiyah Alam Surya Mentari, SD Muhammadiyah 16 Surakarta, hingga SMK Muhammadiyah terus didorong meningkatkan kualitas agar mampu berkompetisi dengan sekolah lainnya.

 

Ia berharap Pengajian Hari Bermuhammadiyah semakin memperkuat komitmen seluruh ranting dan amal usaha Muhammadiyah di wilayah Laweyan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

 

Sementara itu, Prof. Ali Imron mengaku terkesan dengan antusiasme peserta yang memadati Graha UMS. Menurutnya, pengajian tingkat PCM dengan skala besar seperti ini patut menjadi inspirasi bagi cabang Muhammadiyah lainnya.

 

“Saya sangat berbahagia bisa hadir. Mungkin baru kali ini saya melihat pengajian tingkat PCM dilaksanakan di gedung yang sangat megah dengan peserta yang luar biasa banyak. Ini patut ditiru oleh PCM yang lain,” ungkapnya.

 

Ia menegaskan bahwa pengajian merupakan ruh gerakan Muhammadiyah yang harus terus dihidupkan. Menurutnya, kemajuan AUM akan semakin kokoh apabila dibangun di atas fondasi pembinaan keagamaan yang kuat.

 

Prof. Ali Imron juga mengapresiasi penampilan Drum Band dan Tapak Suci dari murid SD Muhammadiyah 11 Surakarta. Menurutnya, kesempatan tampil di hadapan masyarakat menjadi sarana membangun kepercayaan diri sekaligus mengembangkan bakat peserta didik.

 

Selain sebagai media pembinaan, ia menilai pengajian juga menjadi momentum menggalang infak dan sedekah untuk mendukung perjuangan dakwah Muhammadiyah.

 

“Perjuangan pasti membutuhkan dana. Ibarat motor, tentu membutuhkan bensin. Karena itu, pengajian juga menjadi sarana memperkuat semangat berbagi untuk jihad fisabilillah,” tuturnya.

 

Menutup tausiyahnya, Prof. Ali Imron mengajak seluruh warga Muhammadiyah terus berjihad melalui dakwah, pendidikan, dan penguatan amal usaha agar Islam semakin membumi serta mampu menghadirkan kehidupan bangsa yang cerdas, maju, dan berkemajuan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!